Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Meski Armada Bertambah 10 Unit, DLH Samarinda Berhasil Pangkas BBM 8 Persen, Rahasianya Ada di Teknologi Ini

M Hafiz Alfaruqi • Jumat, 12 Juni 2026 | 17:37 WIB
TEKAN BBM: DLH Samarinda memasang GPS tracker pada armada pengangkut sampah untuk meningkatkan pengawasan operasional dan menekan konsumsi BBM. HAFIZ/KP
TEKAN BBM: DLH Samarinda memasang GPS tracker pada armada pengangkut sampah untuk meningkatkan pengawasan operasional dan menekan konsumsi BBM. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya menata sistem persampahan yang lebih modern mulai dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Tak lagi mengandalkan pola konvensional, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai pakai teknologi digital untuk memantau pergerakan armada pengangkut sampah.

Hasilnya cukup signifikan, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berhasil ditekan meski jumlah dump truck terus bertambah. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Samarinda Muhammad Taufiq Fajar mengatakan, Pemkot Samarinda tengah berproses melakukan transformasi sistem persampahan.

Baik dari sisi operasional maupun digitalisasi pelayanan. Menurutnya, pengembangan sistem digital secara menyeluruh masih dipersiapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, termasuk perangkat lunak (software) dan kebutuhan pendukung lainnya.

Baca Juga: Dishub Tegaskan Tak Abai, Tetap Soroti Persoalan Parkir Kafe di Jalan Slamet Riyadi

Namun sembari menunggu sistem tersebut rampung, DLH telah menerapkan sejumlah perangkat teknologi untuk mendukung pengawasan armada pengangkut sampah.

"Kami sedang bertransformasi, baik secara operasional maupun digital. Pelayanan persampahan tetap harus berjalan, sehingga kami melakukan langkah jangka pendek. DLH bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memonitor armada pengangkut sampah," ujarnya, Jumat (12/6).

Ia menjelaskan, teknologi yang digunakan meliputi GPS tracker untuk memantau pergerakan kendaraan, sensor BBM untuk mengawasi konsumsi bahan bakar, serta sistem Radio Frequency Identification (RFID) untuk pengisian BBM non-tunai.

Melalui sistem RFID, pengemudi tidak lagi menerima uang tunai untuk membeli bahan bakar. Sebagai gantinya, mereka menggunakan kartu khusus yang dapat diakses di SPBU yang telah ditunjuk.

Baca Juga: Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, BPJS Bontang Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

"Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas persampahan di DLH Samarinda. Semua pergerakan armada dan penggunaan BBM bisa dipantau secara lebih akurat," jelasnya.

Taufiq mengungkapkan, penerapan teknologi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan evaluasi Januari hingga April 2026, DLH berhasil menekan konsumsi BBM hingga 8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Padahal pada tahun ini jumlah armada dump truck bertambah dari 61 unit menjadi 71 unit. "Kalau dibandingkan tahun lalu, secara volume liter penggunaan BBM turun sekitar 8 persen. Padahal armada kita bertambah 10 unit. Ini menunjukkan sistem monitoring yang diterapkan cukup efektif," tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini perangkat digital tersebut baru dipasang pada 30 dump truck atau kurang dari separuh armada yang dimiliki DLH. Karena itu, potensi efisiensi dinilai masih dapat terus ditingkatkan apabila seluruh armada telah terintegrasi dengan sistem digital.

"Baru sekitar 30 truk yang dipasang perangkat ini. Kalau nanti seluruh armada sudah terintegrasi 100 persen, tentu peluang efisiensi penggunaan BBM dan operasional lainnya akan jauh lebih besar," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pengelolaan sampah samarinda #truk sampah Samarinda #GPS tracker truk sampah #digitalisasi layanan persampahan #dlh samarinda