SAMARINDA- Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda mengapresiasi perkembangan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 yang dinilai menunjukkan perubahan signifikan selama menjalani pendidikan selama satu tahun terakhir. Apresiasi juga diberikan kepada para guru dan tenaga pendidik yang telah membekali para siswa dengan berbagai keterampilan serta membangun karakter disiplin.
Kepala Dinsos PM Samarinda Arif Surochman mengatakan, perubahan yang ditunjukkan para siswa terlihat jelas saat kegiatan open house yang digelar sekolah. Menurutnya, anak-anak yang sebelumnya datang dengan berbagai persoalan sosial dan minim kepercayaan diri kini mampu tampil percaya diri serta menunjukkan berbagai prestasi.
“Kalau dilihat satu tahun yang lalu mereka datang ke sini dengan berbagai macam masalah dan latar belakang. Hari ini kita lihat mereka sangat percaya diri, sudah memiliki banyak keterampilan dan prestasi. Bahkan sudah sangat membanggakan orang tua mereka,” ujarnya ditemui usai Open House SRT 57, Sabtu (20/6).
Dia menjelaskan, perkembangan tersebut juga disaksikan langsung oleh para orang tua yang hadir dalam kegiatan tersebut. Karena itu, dukungan keluarga dinilai sangat penting untuk menjaga capaian yang telah dibangun selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. “Artinya kami melihat bahwa siswa di sekolah ini mendapat pembekalan dari sisi akademik dan pengembangan karakter,” jelasnya.
Dia berharap selama masa libur sekolah, orang tua dapat menjaga pola disiplin yang selama ini diterapkan di lingkungan sekolah. Menurutnya, tantangan terbesar adalah memastikan anak-anak tetap konsisten menjalankan kebiasaan positif saat berada di rumah.
“Jangan sampai ketika pulang mereka menjadi kurang disiplin. Orang tua harus terus memotivasi dan mendukung anak-anak karena semua yang dilakukan di sekolah ini bertujuan untuk kebaikan mereka,” tegasnya.
Ke depan, siswa SRT 57 akan bergabung dengan siswa dari SRT 24 dan SRT 58 di kompleks Sekolah Rakyat baru di Palaran yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Arif menyebut progres pembangunan sudah mendekati rampung dan diharapkan segera dapat digunakan sebagai pusat pembelajaran terpadu.
“Kami juga masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat mengenai penyelesaian pembangunan, termasuk hasil penjangkauan calon siswa untuk tahun ajaran baru yang dilakukan tim pendamping PKH (Program Keluarga Harapan),” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani