KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ancaman banjir dan tanah longsor yang kerap menghantui Kota Tepian mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat hingga tingkat kelurahan. Salah satu langkah yang mulai didorong adalah peningkatan kapasitas Satuan Tugas Perlindungan Masyarakat (Satgas Linmas) agar mampu terlibat langsung dalam mitigasi dan penanganan bencana.
Camat Samarinda Ulu Sujono mengatakan, keberadaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebenarnya sudah terbentuk di setiap kelurahan. Masing-masing kelurahan memiliki dua personel Satlinmas yang selama ini turut membantu berbagai kegiatan kemasyarakatan.
"Satlinmas di kelurahan ada dua personel. Namun mereka masih perlu proses pengembangan, termasuk pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam mitigasi bencana," ujarnya, Selasa (23/6). Menurut Sujono, sejumlah pelatihan mitigasi bencana telah dilakukan. Pelatihan tersebut bertujuan membekali anggota Satlinmas dengan kemampuan dasar dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Baca Juga: Uji Kelayakan Diajukan 24 Juni, Terowongan Samarinda Ditarget Beroperasi September
Ia berharap pelatihan tidak hanya diberikan kepada personel Satgas Linmas yang berada di bawah Satpol PP Kota Samarinda, tetapi juga menyasar Satlinmas di seluruh kelurahan. "Kalau bisa ke depan Satlinmas yang ada di kelurahan juga dilatih. Mereka juga ingin dikembangkan kemampuannya supaya saat terjadi bencana bisa ikut membantu dan berpartisipasi. Minimal mereka punya pengalaman," jelasnya.
Peran Satlinmas saat ini tidak lagi terbatas pada kegiatan pengamanan pemilu atau pilkada seperti yang selama ini dikenal masyarakat. Berdasarkan regulasi terbaru, Satlinmas juga dilibatkan dalam kegiatan sosial dan penanganan kebencanaan.
Namun demikian, keterbatasan pengalaman dan keterampilan masih menjadi tantangan. Karena itu, pihaknya mendorong agar pelatihan bagi Satlinmas kelurahan dapat masuk dalam program Pemerintah Kota Samarinda. "Saya minta kepada Kepala Satpol PP agar melalui anggaran pemerintah kota, Satlinmas di kelurahan juga didorong untuk mendapatkan pelatihan seperti yang diterima anggota Satpol PP saat ini," tegasnya.
Kesiapan sumber daya manusia menjadi hal penting mengingat bencana dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Terlebih, wilayah Samarinda Ulu termasuk kawasan yang cukup rawan banjir saat curah hujan tinggi. "Kita tahu bencana tidak menunggu waktu. Banjir, tanah longsor dan sebagainya bisa terjadi kapan saja. Kalau mereka tidak punya pengalaman, tentu akan rawan saat harus terjun langsung ke lapangan," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki