Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pedagang Pasar Pagi Diminta Segera Buka Kios, Disdag Ancam Tarik Kunci

Denny Saputra • Selasa, 23 Juni 2026 | 17:16 WIB
KIAN DITINGGAL: Gedung Baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota belum maksimal digunakan pedagang, dilihat masih banyaknya kios yang tutup.
KIAN DITINGGAL: Gedung Baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota belum maksimal digunakan pedagang, dilihat masih banyaknya kios yang tutup.

SAMARINDA- Keluhan pedagang terkait sepinya aktivitas perdagangan di Gedung Pasar Pagi Samarinda mendapat perhatian Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda. Selain masih rendahnya jumlah pembeli, sejumlah kios yang telah dibagikan kepada pedagang juga diketahui belum beroperasi.

Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani menegaskan pihaknya kini memprioritaskan agar seluruh pedagang yang telah memperoleh kios segera memulai aktivitas usaha. Menurutnya, keberadaan kios di Pasar Pagi bukan untuk investasi, melainkan harus dimanfaatkan untuk berdagang.

“Yang paling utama bagi kami bagaimana pedagang yang sudah mendapatkan fasilitas itu segera berjualan. Kalau kios tidak dibuka dan tidak dimanfaatkan, tentu akan kami evaluasi,” ujarnya, Selasa (23/6).

Disdag bahkan telah menerbitkan pengumuman tertanggal 18 Juni 2026 yang meminta seluruh pedagang penerima kios untuk segera mengambil kunci dan menempati lapaknya. Dalam pengumuman tersebut, pedagang yang tidak menunjukkan komitmen berjualan berpotensi dicabut hak penggunaan kiosnya. “Kami lakukan persuasif dulu,” ucapnya.

Nurrahmani mengungkapkan, saat ini masih terdapat sekitar 1.500 kios yang belum aktif beroperasi, dari total kios sekitar 2500 kios. Sebagian pedagang telah mengambil kunci, namun belum membuka usaha, sementara sebagian lainnya belum mengambil kunci sama sekali. “Ini yang jadi perhatian kami,” singkatnya.

Meski demikian, Disdag masih memberikan kesempatan kepada para pedagang hingga akhir Agustus 2026 untuk menunjukkan keseriusannya berdagang. Jika hingga batas waktu tersebut tidak ada aktivitas usaha, pemerintah akan mempertimbangkan penarikan kembali kios untuk dialihkan kepada pedagang lain yang siap berjualan. “Tentunya akan ada peringatan beberap kali,” tegasnya.

Terkait usulan promosi untuk meningkatkan kunjungan masyarakat, Nurrahmani menilai upaya tersebut juga harus didukung oleh pedagang dengan menyediakan barang yang dibutuhkan konsumen. Menurutnya, keberhasilan pasar tidak hanya ditentukan promosi pemerintah, tetapi juga kesiapan pedagang dalam menarik minat pembeli.

“Kami ingin Pasar Pagi segera hidup. Karena itu pedagang harus aktif dan menunjukkan komitmennya untuk berjualan,” pungkasnya. Dari pantauan media beberapa waktu lalu, dari enan tingkat gedung baru pasar Pagi, masih banyak toko yang belum buka. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Disdag Samarinda #Nurrahmani #Pedagang Pasar Pagi