KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemkot Samarinda berencana menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 secara gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di kawasan GOR Segiri dengan dua opsi lokasi yang masih dibahas, yakni di dalam gedung GOR atau area lapangan parkir.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin mengatakan, rencana nobar tersebut merupakan tindak lanjut Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ tertanggal 14 Juni 2026 tentang penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026.
Dalam surat tersebut, pemerintah daerah diminta menginisiasi kegiatan nobar selama perhelatan Piala Dunia yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. “Ini arahan pusat ya,” ujarnya, Rabu (24/6).
Menurut Muslimin, Wali Kota Samarinda telah menugaskan Disporapar untuk menyiapkan kegiatan nobar yang tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemkot berencana memasang videotron berukuran sekitar 3 x 5 meter agar pertandingan dapat disaksikan dengan nyaman oleh masyarakat. “Harapannya mulai babak-babak berikutnya kami sudah bisa melaksanakan nobar secara rutin. Nantinya akan ada jadwal pertandingan yang ditayangkan dan disesuaikan dengan waktu yang memungkinkan untuk ditonton masyarakat,” jelasnya.
Selain menyediakan hiburan, Pemkot juga menyiapkan berbagai hadiah bagi penonton yang hadir. Disporapar saat ini tengah menyusun jadwal pertandingan yang akan ditayangkan, termasuk kemungkinan menggelar nobar akbar pada laga semifinal atau final dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Nanti ketika final kami akan mengundang Forkompimda. Termasuk lokasinya, bisa di lapangan parkir atau di dalam, tetapi jika di dalam konsekuesinya tidak boleh merokok,” tambahnya.
Sementara itu, pada aspek keamanan, Pemkot akan berkoordinasi dengan kepolisian. Petugas parkir telah disiapkan, sementara pengamanan massa akan melibatkan personel Polri.
Muslimin berharap kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pedagang makanan dan minuman yang berjualan di sekitar lokasi nobar.
“Semoga dari kegiatan ini bisa menjadi media silaturahmi antara sesama warga dan pemerintah di samping itu meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo