Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Polisi Bongkar Modus Perampok Bengkuring, Ganti Penampilan Empat Kali dalam Semalam

Nasya Rahaya • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:11 WIB
UNGKAP MODUS: Polisi menghadirkan tersangka beserta barang bukti saat merilis pengungkapan kasus perampokan dan pembobolan sejumlah toko di wilayah Bengkuring. Pelaku diketahui kerap berganti penyamaran beberapa kali dalam semalam untuk mengelabui petugas. (NASYA RAHAYA)
UNGKAP MODUS: Polisi menghadirkan tersangka beserta barang bukti saat merilis pengungkapan kasus perampokan dan pembobolan sejumlah toko di wilayah Bengkuring. Pelaku diketahui kerap berganti penyamaran beberapa kali dalam semalam untuk mengelabui petugas. (NASYA RAHAYA/KP)

SAMARINDA – Aksi perampokan disertai kekerasan yang sempat menggegerkan kawasan Bengkuring akhirnya berhasil diungkap jajaran Polresta Samarinda. Polisi membongkar modus pelaku yang sengaja berganti penampilan hingga tiga sampai empat kali dalam satu malam untuk mengelabui petugas saat menjalankan aksinya.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Rahmat Aribowo, mengatakan pelaku utama berinisial DY (23) selalu mengganti pakaian setiap berpindah lokasi. Mulai dari mengenakan jaket, masker, penutup kepala hingga jilbab, kemudian kembali berganti pakaian usai beraksi.

"Pelaku ini setiap dalam perjalanannya mencari sasaran selalu berubah penampilan. Dalam satu malam bisa tiga sampai empat kali berganti pakaian. Mulai berpakaian lengkap, memakai masker, jumper, bahkan jilbab. Setelah selesai beraksi dia ganti lagi pakaiannya dan dimasukkan ke dalam ransel. Itu yang membuat anggota cukup kesulitan mengidentifikasi pelaku selama penyelidikan," ujarnya saat konferensi pers di Polsek Sungai Pinang, Selasa (7/7).

Selain menyamarkan identitas, DY juga memiliki pola khusus dalam memilih target. Ia lebih dulu mengamati kondisi toko yang akan disasar. Apabila tidak terdapat sepeda motor di depan bangunan, pelaku menganggap tidak ada petugas keamanan sehingga toko diperkirakan kosong.

Baca Juga: Pasar Pagi Samarinda Belum Ramai, Ini 5 Solusi dari Pengamat Ekonomi

Setelah menentukan sasaran, sepeda motor diparkir cukup jauh dari lokasi. Pelaku kemudian berjalan kaki sambil membawa linggis untuk membobol bangunan.

"Menurut pelaku, kalau di depan toko tidak ada motor berarti tidak ada sekuriti. Kendaraannya diparkir jauh, kemudian dia berjalan kaki menuju lokasi," kata Rahmat.

DY ditangkap setelah penyelidikan intensif yang dilakukan Polsek Sungai Pinang bersama Tim Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan sedikitnya enam aksi pencurian dan pembobolan toko dalam kurun tiga bulan terakhir.

Beberapa lokasi yang diakui antara lain Toko Anas di Jalan Bengkuring Raya, Alfamidi kawasan Padat Karya, dua kali pembobolan MM Iwan Mart, serta toko perlengkapan bayi Cilukba di Bengkuring. Polisi masih membuka kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa.

"Kalau ada masyarakat yang pernah mengalami pencurian dengan modus hampir sama di sekitar Bengkuring, silakan melapor karena masih kami kembangkan," ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario, linggis, pisau dapur, helm, tas ransel, beberapa jaket, senter, obeng, pinset, hingga dompet yang digunakan saat beraksi.

Penyidik juga mengungkap keterlibatan seorang anak yang berhadapan dengan hukum berinisial H (17). Remaja tersebut diduga diajak DY saat melakukan pembobolan MM Iwan Mart.

Menurut Rahmat, motif pelaku murni karena persoalan ekonomi. DY mengaku terlilit cicilan utang sehingga nekat melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Motifnya karena memiliki tanggungan cicilan utang dan kebutuhan ekonomi," tegasnya.

Akibat serangkaian aksi tersebut, total kerugian para korban diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Hingga kini penyidik baru menangani dua laporan polisi, sementara empat lokasi lainnya masih didalami. Polisi juga masih membuka kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain yang belum dilaporkan masyarakat.

Editor : Muhammad Ridhuan
#perampok Bengkuring #pencurian Samarinda #perampokan Bengkuring #kasus kriminal Samarinda #Polresta Samarinda