Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Revitalisasi SMPN 2 Samarinda Dimulai, Siswa Belajar Bergilir hingga September 2026

Denny Saputra • Jumat, 10 Juli 2026 | 19:40 WIB
KEJAR TARGET: Beberapa tukang terlihat beraktivitas di atas gedung kelas SMP 2 Samarinda Jalan Ahmad Dahlan Kecamatan Samarinda Kota, yang terbakar April lalu, Jumat (10/7). (DENNY SAPUTRA/KP)
KEJAR TARGET: Beberapa tukang terlihat beraktivitas di atas gedung kelas SMP 2 Samarinda Jalan Ahmad Dahlan Kecamatan Samarinda Kota, yang terbakar April lalu, Jumat (10/7). (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mengalokasikan anggaran Rp1,7 miliar untuk merevitalisasi delapan ruang kelas belajar (RKB) SMP Negeri 2 Samarinda yang rusak akibat kebakaran pada April lalu. Proses pembangunan telah dimulai sejak awal Juni dan ditargetkan rampung pada September 2026.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Wahiduddin, mengatakan selama proses renovasi berlangsung delapan ruang kelas tersebut tidak dapat digunakan karena area pembangunan harus steril demi keselamatan.

"Tentu untuk alasan keamanan, area pembangunan harus steril," ujarnya, Jumat (10/7).

Kondisi tersebut berdampak pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar saat tahun ajaran baru dimulai pada Senin (13/7). Untuk mengatasi keterbatasan ruang kelas, sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergilir.

Dalam skema tersebut, siswa kelas IX diprioritaskan mengikuti pembelajaran tatap muka karena akan menghadapi ujian dalam waktu yang lebih dekat. Sementara siswa kelas VII dan VIII menjalani pembelajaran secara bergantian antara luring dan daring sesuai jadwal yang telah disusun sekolah.

"Kami prioritaskan masuk lebih dulu adalah siswa kelas IX karena waktu belajarnya lebih singkat dan mereka akan menghadapi ujian. Sementara siswa kelas VII dan VIII bergantian, ada yang belajar di sekolah dan ada yang daring," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Samarinda Minta Program Parkir Berlangganan Diawali Uji Coba dan Sistem Dimatangkan

Disdikbud berharap proses revitalisasi dapat selesai sesuai jadwal sehingga seluruh ruang kelas kembali digunakan pada September. Dengan demikian, aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal.

"Kami berharap siswa dan orang tua bisa memahami kondisi ini," katanya.

Selain rehabilitasi pascakebakaran, SMP Negeri 2 Samarinda juga memperoleh program revitalisasi dari pemerintah pusat senilai Rp2,5 miliar. Bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki 23 ruang kelas beserta bangunan perkantoran melalui rehabilitasi ringan dan sedang.

"Rehab ringan dan sedang, meliputi perbaikan atap, plafon, dan dinding saja," singkatnya.

Wahiduddin menambahkan, apabila seluruh pekerjaan selesai sesuai target, sekitar 80 persen bangunan SMP Negeri 2 Samarinda akan berada dalam kondisi baru pada akhir tahun ini.

Namun, masih terdapat sekitar 20 persen bangunan yang belum dapat direhabilitasi, yakni gedung yang berada di sisi Jalan Basuki Rahmat. Bangunan tersebut mengalami penurunan struktur sehingga membutuhkan kajian teknis serta perencanaan anggaran tersendiri sebelum dilakukan perbaikan.

"Bangunan tersebut mengalami penurunan struktur sehingga memerlukan kajian teknis dan perencanaan anggaran tersendiri sebelum dapat direhabilitasi," pungkasnya.

 

Editor : Muhammad Ridhuan
#SMPN 2 Samarinda #revitalisasi ruang kelas #kebakaran SMPN 2 Samarinda #Disdikbud Samarinda