SAMARINDA – Kepanikan terjadi di sebuah warung makan di Jalan Kemakmuran, Kecamatan Sungai Pinang, Sabtu (11/7) malam. Dentuman keras yang disusul semburan lumpur membuat pengunjung berlarian keluar karena mengira terjadi ledakan jaringan gas rumah tangga (jargas).
Pemilik warung, Juni, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 22.30 Wita saat warungnya masih dipenuhi pelanggan.
"Awalnya ada suara gemuruh. Tidak lama kemudian terdengar sekali dentuman besar. Orang-orang langsung lari keluar karena takut ada ledakan gas," ujarnya, Minggu (12/7).
Akibat kejadian tersebut, tiga pengunjung terkena semburan lumpur. Material juga mengotori bagian dalam warung, sementara beberapa gelas pecah akibat getaran.
Namun, Humas PT Panca Indah Jayamahe, Samsudin, memastikan insiden itu bukan disebabkan kebocoran gas, melainkan kebocoran pipa saat proses uji tekanan jaringan.
Baca Juga: DPRD Samarinda Minta Program Parkir Berlangganan Diawali Uji Coba dan Sistem Dimatangkan
"Belum ada gas yang masuk ke jaringan. Yang digunakan saat pengujian hanya udara bertekanan dari kompresor," jelasnya.
Menurut dia, bau menyengat yang sempat tercium warga berasal dari cairan odor yang dimasukkan ke dalam pipa sebagai penanda kebocoran. Saat tekanan udara mencapai 4 hingga 6 bar dan ditemukan titik bocor, udara mendorong material tanah keluar sehingga memunculkan dentuman dan semburan lumpur.
"Kalau benar ledakan gas, tentu sudah muncul api. Yang terjadi hanya semburan udara bercampur lumpur dari titik kebocoran," katanya.
PT Panca Indah Jayamahe menyatakan bertanggung jawab atas dampak insiden tersebut. Pendataan kerusakan telah dilakukan bersama pemilik warung, termasuk penggantian fasilitas yang rusak serta kerugian akibat pelanggan yang meninggalkan lokasi sebelum menyelesaikan pembayaran.
Sebagai langkah evaluasi, perusahaan akan memperketat pengawasan selama proses uji coba dengan menambah personel di setiap regulating station agar tekanan udara dapat segera dihentikan jika terdeteksi kebocoran.
Samsudin menambahkan, proyek jaringan gas rumah tangga di Samarinda ditargetkan mulai beroperasi pada September mendatang dengan pasokan dari Sumur Pelita 7. Saat beroperasi, tekanan gas yang dialirkan ke rumah pelanggan hanya sekitar 0,02 bar atau 0,3 PSI, jauh lebih rendah dibanding tekanan tabung LPG yang berkisar 8–10 bar sehingga dinilai aman untuk penggunaan rumah tangga.
Editor : Muhammad Ridhuan