Butuh Rp20 Miliar Tapi Hanya Mampu Rp4 Miliar, Pengadaan Mebel 10 SD di Samarinda Terpaksa Dicicil

Denny Saputra • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 21:56 WIB
Amelia Indah Larasati.
Amelia Indah Larasati.

SAMARINDA-Pengadaan mebel di sejumlah sekolah dasar di Samarinda masih dilakukan secara bertahap menyusul keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Padahal, kebutuhan mebel untuk ruang kelas yang telah dibangun cukup besar. 

Tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mengalokasikan Rp 4 miliar guna memenuhi kebutuhan mebel di 10 sekolah dasar.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Disdikbud Samarinda Amelia Indah Larasati mengatakan anggaran tersebut terdiri atas Rp 3 miliar dari bantuan keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Rp 1 miliar dari APBD Kota Samarinda 2026.

Pengadaan itu diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang paling membutuhkan fasilitas belajar. "Tahun 2026 ini kami sudah mengadakan mebel untuk 10 sekolah," ujarnya, Minggu (19/7).

Menurut Amelia, kebutuhan mebel sekolah di Samarinda sebenarnya jauh lebih besar. Berdasarkan data perencanaan, diperlukan anggaran lebih dari Rp 20 miliar untuk mengganti mebel SD se-Samarinda dengan spesifikasi yang memenuhi standar.

Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pemenuhannya harus dilakukan secara bertahap. "Anggaran yang ada saat ini belum bisa mengakomodasi seluruh kebutuhan ruang kelas yang sudah dibangun," sebutnya.

Dia menjelaskan, pengadaan mebel tahun ini dijadwalkan mulai direalisasikan pada Agustus. Disdikbud juga akan kembali mengusulkan tambahan anggaran pada APBD 2027 agar lebih banyak sekolah dapat memperoleh fasilitas tersebut. "Kami akan terus mengupayakan pemenuhannya pada tahun anggaran 2027," ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya memahami harapan orang tua terhadap ketersediaan sarana belajar yang memadai. Dia pun berharap masyarakat bersabar karena pemerintah tetap berkomitmen melengkapi ruang-ruang kelas baru yang dibangun sejak 2025.

 "Bahkan dari pembangunan sekolah pada 2025 lalu, masih kurang Rp 6 miliar untuk memenuhi kebutuhan mebeler. Makanya, kami mohon orang tua bersabar dan berdoa agar kondisi keuangan daerah membaik sehingga seluruh kebutuhan mebel sekolah bisa dipenuhi secara bertahap," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
sekolah samarinda Disdikbud Samarinda samarinda