KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Operasional insinerator di Jalan Wanyi, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara mulai menuai keluhan warga. Sejumlah warga melaporkan adanya asap yang muncul saat fasilitas pengurang sampah tersebut beroperasi dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, warga menegaskan tidak menolak keberadaan fasilitas itu, selama dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan. Dikonfirmasi hal tersebut, Ketua RT 22 Kelurahan Sempaja Timur, Asriansyah, membenarkan adanya laporan keluhan dari warga.
Utamanya sejak insinerator di seberang Rusunawa Wanyi memasuki tahap operasional. Keluhan itu kemudian disampaikan langsung saat Lurah dan Camat Samarinda Utara meninjau proyek pembangunan jembatan di wilayahnya pada Jumat (24/7).
"Rombongan langsung menuju ke insinerator dan melihat proses operasionalnya," ujarnya, Minggu (26/7). Menurut Asriansyah, jumlah warga yang menyampaikan keluhan memang tidak banyak. Namun, setiap aduan tetap diteruskan kepada pihak terkait agar segera mendapat penanganan.
"Keluhannya karena asapnya besar dan sebagian masuk ke rumah warga. namun pada dasarnya warga tidak menolak keberadaannya, tetapi berharap dampak asapnya tidak mengganggu lingkungan sekitar," singkatnya.
Dia menambahkan, sehari setelahnya atau Sabtu (25/7), tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda juga mendatangi lokasi dan memberikan penjelasan kepada warga.
Saat ini operasional disebut masih dalam tahap uji coba sehingga munculnya asap berlebih dipengaruhi oleh pembakaran sampah yang masih basah. "Harapan warga dampaknya bisa diminimalisir karena lokasinya dekat pondok pesantren dan Rusunawa," tambahnya.
Baca Juga: NTP Kaltim Turun 4,51 Persen pada Juni 2026, Daya Beli Petani Tertekan
Dikonfirmasi terpisah, Camat Samarinda Utara Mohamad Joni membenarkan adanya keluhan warga terkait insinerator di Jalan Wanyi. Namun, ia meminta agar penjelasan teknis mengenai operasional fasilitas tersebut dikonfirmasi langsung kepada DLH Samarinda sebagai satu pintu informasi.
Ia juga menyebut di wilayahnya terdapat dua insinerator, yakni di Sempaja Timur dan Lempake, dengan keluhan sejauh ini baru muncul dari lokasi di Jalan Wanyi. “Koordinasi dengan DLH telah dilakukan dan penanganan terhadap laporan warga sudah berjalan,” singkatnya.
Sementara itu Plt Kepala DLH Samarinda Suwarso menambahkan, sehari setelah diterima aduan, tepatnya Sabtu (26/7) pihaknya menurunkan tim ke lapangan. Evaluasi sementara, pada saat kejadian suhu sudah diatas 700 derajat C. “Sementara kondisi suhu sesuai SOP,” singkatnya.
Dia menambahkan, sampah yang dibakar adalah sampah kering yang sudah dipilah dan itu juga sesuai SOP. Namun sebagian besar daun kering, dalam beberapa percobaan daun baik yang masih berwarna hijau maupun daun yang sudah kering potensi menghasilkan asap tebal.
“Hasil temuan ini semua kami laporkan ke pimpinan. Kami juga melakukan penanganan dengan pemilahan sampah khususnya sampah kering yang lebih teliti dan hati-hati. Agar dampak asapnya bisa terus ditekan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo