SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta dugaan perselisihan antara jurnalis dan petugas keamanan Pasar Pagi Samarinda diselesaikan secara damai. Perselisihan tersebut terjadi saat kegiatan peliputan di Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Selasa (11/8).
Dalam kejadian itu, jurnalis mengaku mendapat ucapan yang dinilai merendahkan dari petugas keamanan saat menjalankan tugas jurnalistik.
Andi Harun mengatakan belum mengetahui secara detail kronologi kejadian. Namun, dia menduga persoalan tersebut bermula dari kesalahpahaman atau miskomunikasi antara jurnalis dan petugas di lapangan.
“Kami menyarankan tidak usah kita besar-besarkan. Kemungkinan berangkat dari kesalahpahaman atau miskomunikasi,” kata Andi usai agenda, Rabu (12/8).
Baca Juga: Andi Harun Tanggapi Pernyataan Hamas soal Bankeu dan Pokir: Jangan Keliru Memahami Aturan
Menurut Andi, Pemkot Samarinda melalui Dinas Perdagangan diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak berkembang menjadi polemik.
Dia juga menyampaikan permintaan maaf apabila petugas keamanan maupun personel Satpol Pasar Pagi melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas.
“Kami mewakili Pemerintah Kota, kalau security saya atau Satpol Pasar Pagi ada kesalahan, kami minta maaf. Dan kalian (jurnalis) juga mohon maafkan mereka,” ujarnya.
Jurnalis Tetap Diperbolehkan Meliput
Andi menegaskan kegiatan jurnalistik di Pasar Pagi Samarinda tetap diperbolehkan karena kawasan tersebut merupakan ruang publik.
Meski demikian, dia meminta jurnalis tetap menghormati aturan internal serta standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di kawasan pasar.
“Silakan, itu ruang publik, boleh diliput. Tapi tolong juga hormati standar operasional prosedur,” tegasnya.
Di sisi lain, Andi mengingatkan petugas keamanan agar menyampaikan arahan dengan cara yang baik ketika terdapat batasan dalam kegiatan peliputan.
Menurutnya, komunikasi menjadi kunci agar aturan di Pasar Pagi tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas jurnalistik.
“Kalau ada arahan, dari security atau satpam, pelan-pelan saja. Enggak usah dipertentangkan,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan