KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino mulai membayangi sektor pertanian Samarinda. Sekitar 50 hektare lahan di kawasan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, berpotensi gagal panen jika dalam sepekan ke depan tidak turun hujan atau mendapat pasokan air tambahan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam rapat antisipasi dampak El Nino yang dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Samarinda, Rabu (19/8). Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dilibatkan untuk memetakan potensi dampak kekeringan dan menyiapkan langkah mitigasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, pemerintah mulai mengidentifikasi wilayah dan sektor yang berpotensi terdampak apabila kemarau berlanjut hingga September bahkan Oktober.
Baca Juga: Atasi Sampah Rumah Tangga, DLH Balikpapan Siapkan Pilot Project Teba di Perumahan
"Di awal-awal ini kita melakukan tindakan mitigasi, identifikasi persoalan atau potensi risiko jika kemarau berlanjut sampai September, bahkan mungkin Oktober. Pemerintah Kota Samarinda sudah mengantisipasinya," ujarnya.
Menurutnya, salah satu ancaman paling nyata saat ini berada di sektor pertanian. Laporan petani menyebut sekitar 50 hektare lahan di Serayu berpotensi gagal panen akibat keterbatasan sumber air.
"Kalau dalam sepekan ke depan tidak dapat hujan atau dengan sistem rekayasa penyiraman yang lain, mereka bisa gagal panen," jelasnya.
Pemkot Samarinda meminta masing-masing OPD mengidentifikasi lahan pertanian dan perkebunan yang berpotensi terdampak, termasuk komoditas sayuran dan cabai. Hasilnya akan dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama usulan kebutuhan penanganan.
Baca Juga: DPK Pemerintah Kaltim Mulai Pulih, Kontraksi Menyempit Jadi 33,33 Persen
Suwarso menegaskan, bantuan tetap mengacu pada prinsip efisiensi anggaran. Pemerintah akan mengoptimalkan peralatan milik OPD serta menggandeng pihak perusahaan untuk membantu memenuhi kebutuhan air. "Pokoknya konsepnya kolaborasi, kita gerakkan semuanya," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo