Kebakaran Lahan di Pelita 8 Samarinda Hanguskan 7 Hektare, Diduga Ada Unsur Kesengajaan

Denny Saputra • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:25 WIB
MENGECEK: Wali Kota Samarinda Andi Harun (kemeja hijau) didampingi jajaran kepolisian saat mengecek kebakaran lahan di Pelita 8 Kecamatan Sambutan, Selasa (25/8).
MENGECEK: Wali Kota Samarinda Andi Harun (kemeja hijau) didampingi jajaran kepolisian saat mengecek kebakaran lahan di Pelita 8 Kecamatan Sambutan, Selasa (25/8).

SAMARINDA – Kebakaran lahan di kawasan Pelita 8, Kecamatan Sambutan, Samarinda, menghanguskan sekitar tujuh hektare lahan. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pembasahan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.

Kebakaran terjadi Selasa (25/8) dan langsung mendapat penanganan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama tim gabungan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.00 Wita. Dari hasil pengecekan, terdapat dua titik api di kawasan tersebut.

Satu titik berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 Wita. Sementara titik lainnya masih dalam proses pemadaman dan pembasahan.

“Insyaallah nanti mungkin sampai sekitar jam 21.00 Wita sudah selesai semua,” kata Andi Harun saat meninjau lokasi.

Menurutnya, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tujuh hektare. Besarnya luasan lahan yang terdampak membuat proses pemadaman membutuhkan waktu, terlebih kondisi vegetasi yang kering dapat mempercepat penjalaran api.

Baca Juga: Tiga IPA Samarinda Kurangi Operasional, Ini Wilayah yang Terdampak

Polisi Diminta Selidiki Penyebab

Selain penanganan api, Pemkot Samarinda juga mulai menelusuri penyebab kebakaran. Andi Harun mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolresta Samarinda untuk memastikan apakah kebakaran terjadi karena faktor alami atau terdapat unsur kesengajaan.

Lokasi kebakaran juga rencananya dipasangi garis polisi untuk mendukung proses penyelidikan.

“Lokasi kebakaran juga rencananya dipasangi garis polisi untuk mendukung proses penyelidikan. Kami koordinasi juga sama Kapolresta Samarinda beserta tim kalau kemungkinan ada unsur kesengajaan,” jelasnya.

Andi Harun meminta masyarakat tidak bersikap pasif. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

“Kami meminta masyarakat ikut aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran lahan,” sambungnya.

Sumber Air Jadi Kendala

Proses pemadaman di lapangan juga menghadapi persoalan ketersediaan air. Sungai kecil yang berada di sekitar lokasi dan terkoneksi dengan Sungai Mahakam sedang dalam kondisi surut.

Kondisi tersebut membuat pasokan air untuk pemadaman terbatas. Bahkan, sumber air tersebut sempat habis setelah digunakan untuk memadamkan titik kebakaran pertama.

Tim kemudian mencari sumber air alternatif di sebuah danau yang berada di bawah kawasan kebakaran, tepatnya di sekitar pintu masuk Perumahan Korpri.

Andi Harun mengatakan tim gabungan bersama kepolisian dan petugas pemadam terus melakukan pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar terkendali.

“Kami bersama kepolisian dan tim pemadam terus melakukan penanganan hingga api benar-benar padam dan seluruh area dinyatakan aman,” pungkasnya.

 
 
 
Editor : Muhammad Ridhuan
karhutla Samarinda kebakaran lahan Samarinda kebakaran Pelita 8 andi harun