Tepis Hoaks Air Laut Lumpuhkan PDAM! Andi Harun Minta Warga Samarinda Tidak Panik

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:48 WIB
UPAYA: Salah satu intake yang kini dikelola Perumdam Tirta Kencana Samarinda yang mengolah air Sungai Mahakam untuk didistribusikan ke pelanggan.
Salah satu intake yang kini dikelola Perumdam Tirta Kencana Samarinda yang mengolah air Sungai Mahakam untuk didistribusikan ke pelanggan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Intrusi air laut mulai mengancam bagian hilir Sungai Mahakam di tengah kemarau panjang. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan produksi air bersih masih berjalan normal. Saat ini, hanya salah satu intake di Kecamatan Palaran yang mengalami kenaikan kadar klorida hingga masuk level waspada.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, kenaikan kadar klorida pada intake tersebut mengikuti kondisi pasang surut Sungai Mahakam. Jika kadar klorida melewati ambang batas 250 ppm, operasional intake dihentikan sementara.

Sebaliknya, ketika air surut dan kadar klorida kembali berada di bawah ambang batas, operasional dapat dijalankan kembali. "Sampai saat ini di Samarinda baru ada satu intake yang kita off-on, yakni salah satu intake di Kecamatan Palaran. Kalau sudah melewati ambang batas 250 ppm, kita sementara off sambil menunggu surut. Kalau kadar kloridanya turun, mesin intake kembali berfungsi," ujar Andi Harun, Rabu (26/8).

Baca Juga: Karhutla Mengintai di Tengah Kemarau, DPRD Samarinda Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak berarti seluruh intake Perumdam Tirta Kencana Samarinda telah terdampak intrusi air laut. Potensi intrusi terdapat di sepanjang hilir Sungai Mahakam, terutama wilayah perbatasan Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, hingga kawasan Bantuas-Selili.

Namun, kelayakan air baku untuk produksi air bersih tetap ditentukan berdasarkan hasil pengukuran kadar klorida pada masing-masing intake. "Jadi tidak benar dan hoaks bahwa intake-intake kita sudah terintrusi air laut. Untuk produksi air bersih, sepenuhnya didasarkan pada kandungan klorida pada air baku kita," tegasnya.

Menurut Andi Harun, intake di Palaran memiliki tingkat kewaspadaan lebih tinggi karena lokasinya lebih dekat dengan pengaruh air laut. Meski demikian, Pemkot Samarinda belum melakukan penutupan secara permanen.

Baca Juga: Malam Ini Kukar Mati Lampu Sampai Jam 9: Puluhan Desa Padam, Ini Daftar 30 Wilayah Gelap Gulita

Hasil pemeriksaan terbaru menunjukkan kadar klorida kembali menurun. Kondisi itu membuka kemungkinan operasional kembali dijalankan. "Kemarin pagi ada salah satu intake kita yang sudah melewati batas 250 ppm. Tapi pagi ini kita periksa, bisa jadi malam ini kembali kita aktifkan karena kadar kloridanya menurun," katanya.

Meski masih terkendali, Pemkot Samarinda telah meningkatkan kesiagaan selama dua pekan terakhir. Sejumlah skenario disiapkan apabila intrusi semakin meluas dan memaksa penghentian produksi pada salah satu atau dua intake.

AH menyebut, alternatif yang disiapkan antara lain menghentikan sementara operasional intake, menyesuaikan proses pengolahan dengan bahan kimia apabila memungkinkan, serta mengalihkan suplai dari intake lain. Pemkot juga menyiapkan tandon dan sumber air alternatif di wilayah terdampak.

Baca Juga: Uang Pelunasan Dipakai Pinjol! Eks Pengelola Agunan Pegadaian Samarinda Samarkan Rp 1,22 M

"Kalau terjadi intrusi air laut melebihi kadar klorida 250 ppm, kita punya skenario. Satu, meng-off-kan mesin produksi. Kedua, melakukan alternatif pengolahan agar air yang terintrusi tetap bisa menjadi air bersih dan aman dikonsumsi," jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, AH meminta masyarakat tidak panik. Khusus warga Palaran, ia mengimbau agar menampung air secukupnya sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi penghentian sementara produksi. "Secara keseluruhan kita masih dalam kondisi aman. Saya minta jangan kita sebarkan berita panik. Sampai hari ini kita masih memproduksi secara normal karena kadar kloridanya masih relatif aman," ujarnya.

Ia juga berharap hujan segera turun untuk membantu mengatasi dampak kemarau. Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah Kutai Kartanegara dinilai berpotensi membantu memperbaiki kondisi air baku di wilayah hilir Sungai Mahakam. AH turut mengajak masjid dan majelis taklim melakukan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kemarau panjang. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
air bersih Samarinda Intrusi Air Laut Mahakam sungai mahakam samarinda sungai mahakam surut andi harun