Sharonita Lahai Bawa Konsep Baru, Hadirkan Kelas Yoga Ibu dan Anak di Samarinda

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:05 WIB
INSTRUKTUR: Pemilik Samskara Yoga, Sharonita Lahai, menghadirkan kelas yoga untuk ibu dan anak di Samarinda. Ia satu-satunya instruktur yoga yang mengantongi sertifikat kids yoga teacher di Samarinda.
INSTRUKTUR: Pemilik Samskara Yoga, Sharonita Lahai, menghadirkan kelas yoga untuk ibu dan anak di Samarinda. Ia satu-satunya instruktur yoga yang mengantongi sertifikat kids yoga teacher di Samarinda.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Studio yoga di Samarinda bukan barang baru. Tapi yang menyediakan kelas khusus anak-anak dengan instruktur bersertifikasi, baru ada satu yakni Samskara Yoga.

Sharonita Lahai adalah orangnya. Perempuan kelahiran 1996 tersebut merupakan satu-satunya pemegang sertifikasi kids yoga teacher di Kaltim, sekaligus pemilik studio yang menjajakan kelas dari prenatal, postnatal, sampai anak-anak usia 1 tahun ke atas.

Cerita Sharon dimulai pada 2019 saat bekerja di sebuah perusahaan multinasional di Bali. Ia mulai rutin berlatih yoga, hampir setiap hari diisi dengan yoga. Di tahun itu katanya, dunia baru saja dihantam pandemi dan orang-orang beramai-ramai melek olahraga, termasuk dirinya.

"Aku orang asli Samarinda, suami juga. Waktu itu suami kerja di Bandung. Ketika kami menikah, kami kembali pindah ke Samarinda," ujarnya. Kepindahan itu terjadi 2022. Sharon lantas hamil dan melahirkan, sehingga tiga tahun lamanya ia absen dari matras yoga. Justru dari jeda itulah cikal bakal Samskara lahir.

Baca Juga: Diskon 10 Persen Mooncake Moonlight Reunion di Balikpapan, Early Bird Dibuka hingga 15 September

Ia kesulitan menemukan instruktur yoga prenatal bersertifikat di Samarinda. Hingga kini, menurutnya baru dua orang yang memegang sertifikasi itu, salah satunya dia sendiri.

"Waktu Covid di Samarinda itu benar-benar susah cari yoga prenatal yang gurunya benar-benar bersertifikasi. Dulu ada sih bidan yang ngajar prenatal, tapi beda rasanya dengan guru yoga yang memang punya sertifikasi khusus yoga prenatal," katanya.

Untuk mengejar itu, Sharon mengambil sertifikasi 200 jam certified yoga teacher di studio Pranava, Samarinda. Rampung dua bulan lebih. Lanjut ke Bali, ia mengambil sertifikasi 50 jam prenatal dan postnatal yoga teacher di The Yoga Barn pada Maret 2026. Tak berhenti di situ, Juni 2026 ia menuntaskan sertifikasi 25 jam kids yoga teacher.

Latar belakang Sharon sebenarnya jauh dari dunia wellness. Ia lulusan Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Semasa kuliah ia aktif mengajar anak-anak lewat kegiatan volunteer, sebelum akhirnya bekerja di perusahaan multinasional di Bali usai lulus.

Baca Juga: Moonlight Reunion Platinum Hotel Balikpapan, Cara Hangat Menjaga Tradisi Mid-Autumn Festival

Ide membuka studio datang dari sang suami, yang punya bangunan kosong di Samarinda Seberang. Daripada dibiarkan menganggur, keduanya sepakat menyulapnya jadi tempat yoga.

Studio itu bergabung dalam satu kompleks olahraga bernama Atletika Multicourts lengkap dengan lapangan tenis, voli dan mini soccer. "Untuk Samskara Yoga kami murni yoga. Enggak ada pound, enggak ada pilates, enggak ada cabor lain," tegasnya.

Yang membedakan Samskara dari studio sejenis di Samarinda, kata Sharon, adalah kelengkapan pilihan kelas. Kebanyakan studio yoga fokus pada kelas reguler untuk orang dewasa. Samskara setiap pekan membuka kelas prenatal dan kids yoga. "Studio yang punya reguler sekaligus certified yoga teacher khusus anak, setahu saya baru sekarang ada," ujarnya.

Fasilitas kelas ibu dan anak pun dibuat lebih tinggi standarnya. Bolster, matras, hingga jaminan kebersihan ruangan sudah termasuk dalam harga tiket masuk, tanpa perlu membawa peralatan sendiri.

Respons pasar Samarinda di luar dugaan Sharon. Studio yang baru buka Juni 2025 itu awalnya hanya menyediakan kuota 15 orang per kelas dengan 15 matras. Kini, lebih dari 70 persen sesi mingguan selalu penuh, bahkan menembus 25 peserta per sesinya.

Baca Juga: Mati Air Samarinda Hari Ini: Jalan Sultan Hasanuddin dan 8 Wilayah Lain Terdampak Perbaikan Pipa

"Enggak nyangka orang tua dan anak-anak di Samarinda ternyata tertarik coba yoga. Awareness soal yoga prenatal dan yoga anak ternyata cukup tinggi," katanya.

Dalam tiga bulan beroperasi, jumlah membernya menyentuh 40 hingga 50 orang, gabungan yang masih aktif maupun tidak. Skema membership Samskara dibanderol Rp 450 ribu untuk 10 kali pertemuan, lebih hemat dibanding harga drop in Rp 50 ribu per kelas.

Satu hal yang menurut Sharon belum ditemukan di studio lain: diskon pelajar. Pemegang kartu pelajar atau mahasiswa aktif mendapat potongan 50 persen, khusus kelas Selasa dan Sabtu pukul 09.00 Wita. "Dari awal buka sampai sekarang selalu full slot. Mereka pakai betul kesempatan itu, kapan lagi yoga cuma Rp25 ribu, dapat matras, handuk, minum gratis," ujarnya.

Baca Juga: Bankaltimtara Raih KEJAR Award 2026, Jadi yang Terbaik di Kalimantan

Ke depan, Sharon berencana menambah kelas meditasi dengan sound healing memakai crystal bowl di setiap penutup sesi yoga. Menurutnya kombinasi yoga reguler dengan sound healing rutin belum ada di Samarinda. Saat ini Samskara telah mempekerjakan delapan karyawan, terdiri dari empat guru yoga dan empat staf studio. Sharon turut mengajar langsung. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
yoga ibu dan anak Samarinda yoga anak Samarinda Sharonita Lahai Samskara Yoga Samarinda instruktur yoga Samarinda