Turap Berusia 30 Tahun Bergerak, Pemkot Hentikan Pekerjaan Teras Samarinda II Segmen I

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 15:42 WIB
Pergerakan turap Teras Samarinda II Segmen I diantisipasi dengan pemasangan terpal dan pembatasan kendaraan. (HAFIZ/KP)
Pergerakan turap Teras Samarinda II Segmen I diantisipasi dengan pemasangan terpal dan pembatasan kendaraan. (HAFIZ/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Turap di kawasan Teras Samarinda Tahap II Segmen I mengalami pergerakan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pun menghentikan sementara pekerjaan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi pergerakan meluas, sembari menunggu hasil kajian teknis.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, kondisi turap yang telah berusia hampir 30 tahun menjadi salah satu hal yang diperhatikan. "Jadi ada pergerakan. Karena memang itu kan sudah hampir 30 tahun turapnya. Apalagi sekarang musim kemarau, itu turut berpengaruh terhadap kondisi kekuatan turapnya," katanya Jumat (4/9). 

Untuk mencegah kondisi semakin parah, Pemkot Samarinda telah memasang terpal di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah air hujan masuk ke celah tanah yang dapat memicu pergerakan lebih lanjut. Pembatasan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut juga dilakukan untuk mengurangi beban di sekitar turap.

Baca Juga: Ketua RT di Balikpapan Kini Bisa Cek Status Pembayaran PBB Warga Secara Real Time

Pemkot Samarinda juga melibatkan sejumlah pihak untuk memastikan penyebab pergerakan turap. Di antaranya Balai Wilayah Sungai (BWS), Jalan Nasional Bina Marga, PUPR Provinsi Kaltim, BPBD, DLH, serta tenaga ahli dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes).

"Kita juga mendatangkan ahli dari Polnes untuk meneliti penyebabnya. Apakah ada pengaruh dari pekerjaan Teras Samarinda Tahap II Segmen I atau memang faktor alam. Walaupun jaraknya jauh, kita harus memastikan apakah ini faktor alam atau faktor manusia," ujarnya.

Marnabas menyebut, hasil kajian akan menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan. Namun, penanganan awal tetap dilakukan sembari kajian berjalan untuk mencegah pergerakan meluas. "Insyaallah dalam waktu dekat kita lakukan mitigasi supaya tidak terjadi pelebaran longsoran. Salah satu masukannya, kita akan lakukan perbaikan segera," katanya.

Pemkot juga menghentikan sementara pekerjaan dalam radius sekitar 50 meter di sisi kiri dan kanan lokasi pergerakan. Penghentian dilakukan untuk mengantisipasi risiko selama kajian teknis berlangsung. "Untuk sementara pekerjaan Teras Samarinda Tahap II Segmen I kita hentikan, sekitar 50 meter dari lokasi, sambil menunggu kajian. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita sarankan sementara dihentikan," jelasnya.

Baca Juga: Tak Ada Lagi Titipan Jabatan, Pemkab Kutim Mulai Terapkan Penilaian Berbasis Kinerja

Penghentian sementara tersebut berpotensi memengaruhi jadwal penyelesaian Teras Samarinda Tahap II Segmen I. Namun, Pemkot Samarinda masih menunggu hasil kajian dan penanganan teknis di lapangan.

Marnabas mengatakan, sejumlah risiko harus diantisipasi apabila pergerakan turap meluas. Selain berdampak terhadap pekerjaan Teras Samarinda, kondisi tersebut berpotensi mengarah ke sungai dan mengganggu jaringan pipa milik Perumdam Tirta Kencana serta jalan nasional.

"Yang kita khawatirkan itu kalau melebar ke kiri dan kanan, bisa berdampak ke Teras Samarinda. Bisa juga berdampak ke sungai karena di situ ada pipa Perumdam Tirta Kencana. Kemudian bisa berdampak kepada jalan nasional. Jadi semua kita mitigasi jangan sampai itu terjadi," tuturnya.

Menurut Marnabas, penanganan jangka pendek harus segera dilakukan sembari kajian teknis berjalan. Pemkot ingin titik pergerakan tersebut diblok agar tidak berkembang dan memanjang.

"Kalau kajian itu bersifat jangka panjang, untuk jangka pendek harus segera dilakukan. Ini menyangkut kepentingan orang banyak. Dampaknya bisa ke sungai, jalan, maupun Teras Samarinda itu sendiri. Kita minta diblok supaya tidak memanjang, sambil dicari cara agar ini bisa tertangani," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
teras Samarinda II sungai mahakam BWS Kalimantan IV Perumdam tirta kencana pemkot samarinda