KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Kemarau berkepanjangan yang turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat upaya mitigasi tak hanya dilakukan melalui kesiapsiagaan di lapangan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga memilih mengetuk “pintu langit” dengan menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan.
Salat istisqa digelar di lapangan parkir Balai Kota Samarinda, Jumat (11/9). Kegiatan tersebut diikuti Wali Kota Samarinda Andi Harun, jajaran Forkopimda, serta ratusan pegawai di lingkungan Balai Kota Samarinda.
Andi Harun mengatakan, penanganan dampak kemarau panjang dan karhutla selama ini dilakukan melalui kolaborasi pemerintah bersama TNI-Polri, masyarakat, hingga relawan. Namun, menurut dia, berbagai langkah tersebut perlu dilengkapi dengan ikhtiar spiritual.
Baca Juga: Gandeng PWI, Bawaslu Paser Perkuat Pengawasan Pemilu 2029
“Penanganan karhutla dan kemarau panjang sudah dilakukan bersama, kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, masyarakat dan relawan. Tetapi itu tidak cukup, kita harus mengetuk pintu langit karena hujan adalah salah satu yang kita tunggu,” ujarnya.
Karena itu, pelaksanaan salat istisqa diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar hujan segera turun di Samarinda. Terlebih, hujan dinilai menjadi salah satu solusi penting untuk mengatasi sejumlah persoalan yang muncul akibat kemarau panjang.
“Penanggulangan dan kesiapsiagaan dilakukan dengan kolaborasi TNI-Polri, tapi juga mengetuk sekencang-kencangnya pintu langit kepada Allah SWT. Semoga hujan segera turun dan masalah kita bisa selesai,” jelasnya.
Andi Harun berharap hujan yang turun nantinya membawa keberkahan bagi masyarakat. Selain membantu meredam karhutla, hujan juga diharapkan mengatasi dampak kemarau, seperti intrusi air laut yang memengaruhi sumber air baku.
“Hanya berharap kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau hujan turun yang penuh barokah, maka masalah karhutla, intrusi air dan lain-lain akan teratasi secara sempurna dan permanen,” tuturnya.
Baca Juga: Nasib Masjid Grand City Tunggu Kepastian Pemkot
Dia juga mengimbau masyarakat Samarinda untuk memperbanyak istighfar dan doa agar hujan segera diturunkan.
“Untuk warga Kota Samarinda, ayo banyak-banyak istighfar dan berdoa,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi