Kemenkes-UNICEF Tinjau Penanganan Gizi di Puskesmas Harapan Baru  

Denny Saputra • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:24 WIB
DUKUNGAN: Tim Dinkes Samarinda mendampingi Kemenkes-UNICEF saat tinjauan ke Puskemas Harapan Baru, Selasa (15/9). (IST)
DUKUNGAN: Tim Diskes Samarinda mendampingi Kemenkes-UNICEF saat tinjauan ke Puskemas Harapan Baru, Selasa (15/9). (IST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Penanganan gangguan gizi pada balita dan ibu hamil di Samarinda mendapat perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama UNICEF. Tim kerja kedua lembaga tersebut meninjau langsung pelayanan di Puskesmas Harapan Baru, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Loa Janan Ilir, Selasa (15/9).

Baca Juga: Krisis Air Bersih Akibat Kemarau dan Intrusi Mahakam, BPBD Samarinda Salurkan 880 Ribu Liter Air

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan ko-kreasi intervensi gizi melalui program Child Nutrition Fund (CNF). Kemenkes bersama UNICEF melakukan pemetaan pelayanan gizi pada siklus hidup, khususnya tata laksana gizi buruk pada balita, termasuk pemberian Ready to Use Therapeutic Food (RUTF), serta pemberian Multiple Micronutrient Supplement (MMS) bagi ibu hamil.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda dr Ismid Kusasih mengatakan, tim Kemenkes dan UNICEF melihat langsung implementasi tata laksana gizi yang selama ini dijalankan Puskesmas Harapan Baru. Tim juga berdiskusi dengan petugas gizi mengenai kasus yang telah ditangani serta tahapan pelayanan kepada sasaran.

“Dari UNICEF banyak menanyakan implementasi pemberian tata laksana gizi, kasus gizi yang sudah ditangani dan bagaimana tata laksananya,” ujarnya Rabu (16/9).

Baca Juga: Antisipasi Pengetap, 8 Stasiun Pengisian BBM di Sangatta Diawasi Polisi

Dia menjelaskan, Samarinda memiliki sejumlah inovasi yang mendapat apresiasi dalam kunjungan tersebut. Di antaranya suplementasi protein kapsul, Pemberian Pangan Kebutuhan Gizi Khusus (PKGK), serta kelas ibu balita yang secara khusus menyasar balita dengan gangguan gizi.

“Salah satu inovasi yang menjadi perhatian ialah Peduli Stunting (PESUT) di Puskesmas Harapan Baru. Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan kelas balita sebagai sarana pemantauan sekaligus edukasi bagi keluarga dengan anak yang mengalami permasalahan gizi,” jelasnya.

Baca Juga: Satpol PP Paser Bersiap Tertibkan Penjualan BBM Pom Mini Tak Berizin

Dia melanjutkan, selain melihat tata laksana gizi balita, tim juga mengecek implementasi pemberian MMS yang didistribusikan melalui Kemenkes dan telah disalurkan ke berbagai daerah melalui Dinas Kesehatan provinsi. “Puskesmas Harapan Baru menjadi salah satu lokus di Kaltim bersama Puskesmas Loaipuh, Kutai Kartanegara,” lanjutnya.

Dia menambahkan, UNICEF juga memberikan masukan untuk memperkuat tim gizi puskesmas serta edukasi bagi kelompok berisiko, seperti ibu hamil dengan anemia dan balita bermasalah gizi. Edukasi dapat diperluas melalui media sosial, konseling, dan berbagai media komunikasi.

“Ini kunjungan awal dan akan ada rencana kunjungan selanjutnya. Mereka juga meminta edukasi melalui media sosial terus ditingkatkan,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
unicef balita kemenkes gizi anak dinas kesehatan