SAMARINDA – Puluhan warga mengikuti tracing tuberkulosis (TB) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Puskesmas Samarinda Kota di Posyandu Triasih Nawasena Jalan Milono, Kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (1/10). Peserta merupakan warga yang dinilai berpotensi terpapar TB dan sebelumnya telah didata kader kesehatan.
Pengelola Program TB Puskesmas Samarinda Kota Vivi Nurmalita Sari mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memperluas penemuan kasus TB. Menurutnya, TB masih menjadi perhatian karena banyak kasus yang belum terdeteksi sehingga diperlukan skrining aktif di masyarakat.
“TB ini kan kasusnya meningkat, banyak seperti gunung es dan kebetulan TB juga program prioritas dari presiden. Jadi, CKG digalakkan melalui tracing TB,” ujarnya.
Dia menerangkan, sasaran tracing antara lain warga yang memiliki kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TB, memiliki riwayat diabetes melitus (DM), maupun kelompok lain sesuai kriteria pemeriksaan.
Di wilayah kelurahan Jawa sendiri terdapat sekitar lima hingga enam kasus sehingga penelusuran kontak perlu dilakukan. "Karena berpotensi sehingga menjadi lokus pemeriksaan," terangnya.
Dia menjelaskan, proses pemeriksaan diawali skrining berbasis NIK melalui aplikasi Sehat Indonesiaku. Peserta kemudian menjalani pemeriksaan sesuai kriteria CKG dan pemeriksaan rontgen untuk mendeteksi potensi TB. Hasil rontgen diperkirakan dapat diketahui sekitar 30 menit.
“Dari hasil rontgen terbaca mana yang mengarah sebagai terduga TB. Yang terduga kita tindak lanjuti untuk pemeriksaan dahak, karena pemeriksaan dahak merupakan gold standard pemeriksaan TBC paru,” jelasnya.
Dia menyebut Puskesmas Samarinda Kota mendapat 10 lokus dengan target 100 peserta per lokus. Hingga kegiatan di Jalan Milono, pemeriksaan telah berlangsung di sekitar delapan lokus, termasuk enam hari kegiatan di Lapas Kelas II A Samarinda yang masuk wilayah binaan puskesmas.
"Tracing ini dijadwalkan berlangsung hingga November. Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan capaian CKG sekaligus mempercepat penemuan penyakit tidak menular dan kasus TB di masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani