Soul Reset
: Meditasi di Pusaran Notifikasi
Seringkali jeda tak sepenuhnya hadir
dalam hidup yang dikendalikan algoritma
tak ada lagi kehilangan yang dipertanyakan
: napas, tubuh, dan perasaan
pun demikian sebuah kesadaran
yang tak benar-benar hadir
Kehadiran adalah sunyi:
yang jujur menemukan diri sendiri
dalam pusaran notifikasi -- ia bermeditasi menciptakan kesunyiannya sendiri
tanpa harus terus menatap layar
Connecting Love
: Rindu Mungkin Saja Delay
Tak ada derit roda-roda koper lagi
dunia tertimbun malam pulas
sesekali mikrofon bandara terbatuk
mengusik cemas yang kantuk
Detak jam mengetuk hari
tak ada jawaban selain riuh yang rubuh
perlahan papan digital itu mulai mengeja
perasaan-perasaan yang terlipat
di sandaran kursi tunggu
Rindu mungkin saja delay
pun demikian cinta yang tak on time
sementara keduanya asyik berkencan
di sebelah counter check in
sambil mengingat di mana
kenangan itu akan disimpan?
: di bagasi atau kabin
Dan pramugari jenjang itu
menukar lentik matanya:
dengan sebuah rahasia kata
tertulis sepanjang garbarata
"Rindu dan cinta serupa connecting flight: check in aja dulu!"
Window Shopping
: Iklan Rindu yang Kau Rahasiakan
Nanjing road tak pernah benar-benar lelap
malam berbisik tentang banyak pertanyaan
yang terperangkap di gedung-gedung kolonial
tempat perasaanmu rapi tersimpan
sebagai masa lalu yang tak terungkap
Sementaa aku adalah pejalan kaki
yang menyusuri jejak-jejakmu
di sepanjang jalur pedestrian kota
Sesekalli bayanganmu tersenyum di megatron
di antara gemerlap neon warna-warni
mengiklankan rahasia rindu
--- yang mungkin menyimpan jawaban
Ratus Kamboja
: Ibu
Senyummu di antara rindang dahan
dan rimbun hijau dedaunan
sesekali tubuh tuamu terhuyung
di bawah terik yang terus kau sapa,
"Kaukah itu, yang menunggu kuntum-kuntum bermekaran?"
Lalu angin menerbangkan kelopak-kelopak
dari ranting-ranting rapuh ingatanmu
dan luruh menuju tanah basah
kepadanya kau terus berbisik,
"Kaukah itu, yang mengubur bunga-bunga berguguran?"
Terik yang kau sapa terdiam, begitu pun
tanah basah yang kepadanya kau berbisik
kemudian mereka lesap menyelinap
di antara wewangian kamboja
yang meratus tubuhku
Aku Melupakanmu yang Mengingatku
Riak-riak air perlahan pulang di malam yang demam. bulan yang perawan bercermin di tenang kolam. lekuk tubuhnya adalah temaram ganjil.
Apakah kau tau, aku adalah gigil yang terus memanggil-memanggilmu?
mungkin kau lebih tau: aku melupakanmu yang mengingatku.
Luka yang Mengobati
Di kedalaman palung
sebagian luka disimpan
nyeri adalah karib sunyi
yang berenang pulang
Di riak-riak gelombang
sebagian luka lainnya dilarung
tangis meruap gelembung
tersapu angin ke tepian
Lalu benarkah kebahagiaan adalah sampan luka yang menaklukkan lautan? (*)