Model asal Belanda berusia 18 tahun itu ditemukan tewas tanpa busana di balkon lantai enam sebuah kondominium mewah di Kuala Lumpur, diduga jatuh dari lantai 20.
Ivana melaporkan baru saja mengikuti pesta bersama pasangan ekspatriat asal Amerika Serikat, Alexander Johnson dan istrinya, Luna. Dalam penyelidikan terbaru, keduanya mengakui kepada polisi bahwa telah melakukan hubungan seksual bertiga (threesome) bersama Ivana sebelum ia ditemukan terbunuh.
Baca Juga: 5 Agustus Jadi Hari Terpendek di Bumi Sepanjang Tahun, Kok Bisa?
Meski kepolisian sebelumnya menyatakan tidak ada unsur kejahatan, keluarga Ivana curiga karena ditemukan luka di bagian leher korban.
Interpol pun sempat dilibatkan atas permintaan pemerintah Belanda. Kini, Mahkamah Tinggi memerintahkan agar penyelidikan baru dilakukan secara menyeluruh dan profesional.
Keputusan Pengadilan dan Kritik terhadap Penegak Hukum
Dalam sidangnya, Hakim Roz Mawar Rozain menyatakan ada “kegagalan, ketidakcekapan, dan pengabaian prosedur” dalam penyelidikan awal.
Mahkamah juga menyoroti keberadaan DNA asing di bawah kuku korban yang ditemukan sejak Februari 2018, namun dua tersangka hanya diizinkan meninggalkan Malaysia sebulan kemudian.
Pengadilan juga menghukum pemerintah Malaysia membayar ganti rugi RM1,1 juta kepada keluarga Ivana atas kelalaian polisi dalam menangani kasus ini.
Baca Juga: Daftar Lengkap Direksi Bank Mandiri 2025: Riduan Pimpin, Henry Jadi Wakil
“Keluarga tahu Ivana tidak akan kembali, tetapi setidaknya ada kepastian bahwa perjuangan mereka selama delapan tahun bukanlah halusinasi,” ujar pengacara keluarga, Datuk Sankara Nair.
Karier Ivana dan Realita Industri Modeling
Ivana Smit lahir di Belanda, namun tumbuh besar bersama kakek-neneknya di Penang, Malaysia.
Ivana mulai meniti karir modeling pada usia 13 tahun dan pernah meraih juara dua dalam kontes Supermodel International Malaysia saat masih 15 tahun.
Setelah sempat tinggal di Belgia bersama orang tuanya, Ivana kembali ke Malaysia dan menjadi model lepas di Kuala Lumpur. Kehidupannya yang glamor membawanya ke dalam pergaulan elite, pesta, dan pertemanan dengan kalangan ekspatriat dan pengusaha kripto.
Baca Juga: Viral! Pria 73 Tahun Menikah dengan Gadis 27 Tahun di Bengkulu, Ini Cerita di Baliknya
Industri Pemodelan, Eksploitasi, dan Bahaya Tersembunyi
Kematian Ivana membuka diskusi tentang sisi gelap industri modeling, khususnya di Asia Tenggara.
Banyak model muda, terutama yang tidak dinaungi agensi resmi, sering diundang ke pesta eksklusif sebagai “party girl” dengan bayaran tinggi. Alkohol, narkoba, dan eksploitasi seksual disebut sebagai risiko nyata di dunia itu.
“Banyak dari mereka yang masih remaja dan jauh dari keluarga. Mereka menghadapi tekanan dan mudah dimanipulasi,” ujar model senior Carl Graham. Ia menambahkan, “Ini bukan modeling lagi, ini menyerempet praktik pengawalan.”
Nicholas Chan dari ML Model Agency mengakui banyak model rentan terhadap jebakan dunia pesta. Meski agensinya memberi peringatan, ia menilai perlindungan masih minim.
Organisasi seperti Asosiasi Model dan Agensi Modeling Malaysia kini mendorong standar baru yang lebih ketat.
Seruan Perubahan dan Harapan Keadilan
Tragedi Ivana kerap dibandingkan dengan kasus serupa, seperti kematian model Rusia Vlada Dzyuba (14) di Shanghai akibat dugaan kelelahan ekstrem. Keduanya dianggap sebagai sistem industri korban yang lebih mengutamakan keuntungan dibandingkan keselamatan.
Tagar #TruthForIvana terus digaungkan di media sosial sebagai simbol perjuangan menuntut keadilan dan reformasi industri modeling global.
Baca Juga: Pulau Padar Dibangun 448 Villa dan 1 Istana Bergaya Prancis, Di Mana Daya Tariknya?
Meski begitu, skeptisisme tetap tinggi. “Banyak model terkenal pun tewas dalam situasi serupa, tapi tak ada yang berubah,” kata Graham.
Kronologi Kematian Ivana Smit:
Tahun 2017
– Awal Karier dan Kembali ke Malaysia
Usia 13 tahun: Ivana memulai karir modeling di Penang, Malaysia.
Usia 15 tahun: Menang posisi kedua di ajang Supermodel International Malaysia.
Akhir 2017 Kembali ke Kuala Lumpur sebagai model lepas tanpa agensi.
6 Desember 2017 – Pesta dan Peristiwa Tragis
Ivana menghadiri pesta di apartemen mewah pasangan ekspatriat asal AS, Alexander Johnson dan istrinya, Luna.
Ketiganya diduga mengonsumsi alkohol dan narkoba. Pasangan itu mengaku melakukan hubungan seksual bertiga (threesome) dengan Ivana.
Baca Juga: Inilah Nasib Akhir Penumpang yang Heboh Sebut Ada Bom dalam Pesawat Lion Air
7 Desember 2017 – Ditemukan Tewas
Sekitar pukul 15.00: Ivana ditemukan tanpa busana di balkon lantai 6, diduga jatuh dari lantai 20.
Hasil otopsi menunjukkan adanya kandungan alkohol dan narkoba. Polisi menyatakan tidak ada unsur pidana.
Februari 2018 – Bukti Baru Ditemukan
Laporan forensik mengungkap keberadaan DNA asing di bawah kuku Ivana.
Namun, pasangan Johnson diizinkan meninggalkan Malaysia satu bulan setelah bukti tersebut ditemukan.
2019 – Keluarga Ajukan Gugatan
Baca Juga: Resep Rahasia Mengolah Tongkol Goreng dengan Sambal Hijau agar Empuk dan Nikmat
Maret 2019: Mahkamah Koroner memutuskan Ivana meninggal karena “misadventure” (kecelakaan).
November 2019: Keluarga mengajukan banding ke Mahkamah Tinggi karena menilai banyak kejanggalan.
Desember 2022 – Gugatan Tak Dibatalkan
Mahkamah Tinggi menolak permohonan polisi dan pemerintah untuk membatalkan gugatan keluarga Ivana.
29 Juli 2025 – Kasus Dibuka Kembali
Mahkamah Tinggi Malaysia memerintahkan:
Polisi membuka kembali penyelidikan.
Baca Juga: Punya NPWP Bukan Berarti Wajib Bayar Pajak, Ini Syaratnya
Memberikan laporan ke Jaksa Agung setiap 3 bulan.
Pemerintah membayar ganti rugi RM1,1 juta kepada keluarga Ivana.
Hakim menyatakan penyelidikan awal penuh kelalaian dan tidak profesional.
Editor : Uways Alqadrie