Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dokter Kamelia Syok Kasus Narkoba Ammar Zoni Mencuat Lagi: “Sudah Selesai Kok”

Uways Alqadrie • Selasa, 14 Oktober 2025 | 12:53 WIB

Dokter Kamelia saat memberikan keterangan kepada media terkait kasus dugaan peredaran narkoba yang menjerat kekasihnya, Ammar Zoni. (Foto tangkapan layar)
Dokter Kamelia saat memberikan keterangan kepada media terkait kasus dugaan peredaran narkoba yang menjerat kekasihnya, Ammar Zoni. (Foto tangkapan layar)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Dokter Kamelia, kekasih aktor Ammar Zoni, mengaku terkejut dengan mencuatnya kembali kabar dugaan keterlibatan sang kekasih dalam peredaran narkoba di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba.

Menurutnya, perkara itu bukanlah hal baru. “Kasus itu sudah terjadi sejak Januari 2025. Kami berdua kaget kok baru ramai sekarang,” ujar Kamelia, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Selasa, 14 Oktober 2025.

Kamelia mengatakan, peristiwa itu terjadi jauh sebelum Ammar Zoni dipindahkan ke Lapas Cipinang. “Kami kira semua sudah selesai karena waktu itu Bang Ammar juga sudah menjalani sanksi sesuai aturan di rutan,” tuturnya.

Ia menambahkan, Ammar sempat menjalani masa isolasi selama 40 hari dan kehilangan hak remisi sepanjang 2025.

Meski demikian, kabar yang kembali merebak belakangan ini justru datang ketika Ammar dikabarkan hampir bebas. “Kami benar-benar syok, karena sudah menunggu waktu bebas, malah muncul masalah lama,” kata Kamelia.

Kamelia juga menegaskan keyakinannya bahwa Ammar tidak terlibat dalam jaringan peredaran narkoba seperti yang diberitakan. “Saya yakin dia tidak ikut mengedarkan. Ammar hanya korban kecanduan,” ujarnya.

Kasus yang menyeret nama Ammar Zoni ini menambah panjang deretan persoalan hukum yang menimpa sang aktor. Dalam pelimpahan perkara terakhir, penampilan Ammar tampak berbeda: tubuh lebih kurus, rambut dipangkas, dan wajah terlihat letih.

 

Editor : Uways Alqadrie
#Kamelia #ammar zoni 3 kali terjerat narkoba #ammar zoni