Melainkan permintaan maaf Jule. Di tengah ramainya sorotan publik, Jule akhirnya angkat bicara melalui akun Instagram pribadinya @juliaprt7.
Ia menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi serta mengakui adanya kesalahan yang telah ia perbuat.
“Haii semuaa.. sebelumnya aku minta maaf atas segala kegaduhan yang terjadii,” tulis Jule di Instagram story-nya, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia juga mengungkapkan terima kasih atas berbagai komentar yang datang, baik yang bernada dukungan maupun kritik. Menurutnya, masukan dari publik menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki diri.
Jule menegaskan bahwa keputusan yang ia ambil saat ini tidak berkaitan dengan peristiwa masa lalu maupun spekulasi yang berkembang.
Ia pun meminta izin untuk menjadi dirinya sendiri, sembari tetap membuka ruang untuk terus belajar dan bertumbuh.
“Izinkan aku menjadi diri sendiri tapi tidak menutup celah untuk aku belajar lebih baik lagi setiap hari,” tutupnya.
Pernyataan Jule ini memicu pro kontra publik. Pasalnya, melalui pesan langsung (DM), Jule sempat mengaku bahwa penyebab dirinya selingkuh karena mendapat KDRT dari sang mantan suami.
“Aku selingkuh ada sebabnya! Sesuai dengan klarifikasi mama aku waktu itu. Daehoon suka KDRT,” tulis Jule dalam pesan tersebut.
Selama ini, Jule mengaku memilih diam demi melindungi ketiga anaknya. “Karena kalau aku buka suara, dia (Daehoon) pasti kena hujat mati-matian. Sedangkan aku memikirkan Jena, Junho, dan Eunho,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Jule juga menyebut memiliki bukti-bukti terkait dugaan kekerasan tersebut dan menyatakan siap untuk mengungkapkannya ke publik.
“Nanti aku spil bukti KDRT-nya. Aku gak pernah datang ke pengadilan dan gak pernah bilang apa-apa ke pengadilan soal KDRT dan kejahatan lainnya soal mantan suami aku,” tulisnya lagi.
Kontras antara pernyataan keras dalam DM dan unggahan permintaan maaf tersebut pun menjadi perhatian publik.
Hingga kini, belum ada klarifikasi lanjutan mengenai apakah Jule benar-benar akan membuka bukti-bukti yang ia sebutkan sebelumnya. (*)
Editor : Almasrifah