BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan mengadakan silaturahmi dengan media lokal, Kamis (2/5). Acara tersebut bertujuan memperkuat hubungan antara BI dan media, serta menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan ekonomi. Khususnya yang berkaitan dengan inflasi, realisasi penukaran uang kartal momentum Ramadan dan Idulfitri, serta perkembangan QRIS di Balikpapan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KPw BI Balikpapan Robi Ariadi menjelaskan secara rinci mengenai perkembangan inflasi yang terjadi di Kota Beriman. Ia menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi inflasi serta langkah-langkah yang telah diambil BI untuk mengendalikan inflasi agar tetap berada dalam batas yang stabil dan sesuai dengan target yang ditetapkan. “Beras masih menjadi penyumbang inflasi pada April. Untuk Balikpapan, terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,06 persen,” ucapnya.
Dijelaskan, inflasi terjadi karena ada kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran. Di antaranya, makanan, minuman dan tembakau (6,52 %), transportasi (3,9 %), kesehatan (2,25 %), perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,67 %).
Kemudian, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BI mencatat jumlah merchant mencapai 29,6 juta yang didominasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sementara itu, outflow selama Ramadan dan Idulfitri mencapai Rp 1,96 triliun atau lebih tinggi dari proyeksi yakni Rp 1,87 triliun.
Para media yang hadir memberikan apresiasi atas inisiatif BI dalam mengadakan acara tersebut dan menyambut baik informasi yang disampaikan. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung upaya BI dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat. Acara silaturahmi ini diharapkan menjadi upaya mempererat hubungan BI dan media lokal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter yang diterapkan bank sentral.(k16)
Editor : Ery Supriyadi