Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rapat Senat Terbuka dan Pengukuhan Guru Besar Rangkaian Dies Natalis Unmul ke-62, Berhasil Membentuk SDM Berkualitas

Dwi Restu Amrullah • Minggu, 29 September 2024 | 20:23 WIB
PENUH KHIDMAT: Suasana rapat senat terbuka yang dirangkai pengukuhan guru besar dalam rangkaian Dies Natalis Unmul.
PENUH KHIDMAT: Suasana rapat senat terbuka yang dirangkai pengukuhan guru besar dalam rangkaian Dies Natalis Unmul.

 

Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar rapat senat terbuka dan pengukuhan guru besar dalam rangka Dies Natalis Unmul ke-62, dilangsungkan di GOR 27 September.

 

SAMARINDA–Seluruh keluarga besar Unmul termasuk mahasiswa, perwakilan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda, beserta jajaran instansi vertikal menyaksikan dan mendengar orasi ilmiah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

Ada empat guru besar dikukuhkan, yakni Prof Dr Bambang Irawan (FISIP), Prof Usman (Guru Besar FKIP), Prof Dr Priyagus (FEB), dan Prof Dr Ir Hamdani (FT).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim yang hadir secara virtual menyampaikan kebanggaannya. Nadi tak lupa mengatakan selamat atas Dies Natalis Unmul ke-62, dan menyampaikan perjalanan lembaga pendidikan yang sudah ada selama lebih dari enam dekade, merupakan bukti keunggulan Unmul.

“Unmul sebagai universitas tertua di Kaltim yang saat ini tengah berbenah untuk mempersiapkan diri sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru Indonesia,” sebutnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencetuskan IKN, lanjut Nadiem, mengedepankan konsep smart dan forest city, membuatnya juga yakin bahwa Unmul akan memberikan kontribusi bermakna dalam perwujudan kesinambungan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan hidup yang menjadi dua pilar penting dalam pembangunan nusantara baru.

“Hal tersebut tampak dari keberhasilan umum mengukuhkan empat guru besar dari berbagai bidang keilmuan tahun ini,” ujarnya.

Selain itu, Unmul dalam empat tahun terakhir membuka kesempatan bagi mahasiswinya untuk mengikuti berbagai program Kampus Merdeka, di antaranya magang dan studi independen bersertifikat kampus mengajar dan pertukaran mahasiswa.

Program Kampus Merdeka juga telah membuka lebar kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai lembaga swasta.

“Kolaborasi itu memungkinkan terciptanya berbagai inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan, termasuk disrupsi teknologi dan isu keberlanjutan lingkungan dan alam,” imbuh Nadiem.

Sementara itu, Sekprov Kaltim Sri Wahyuni menuturkan, Unmul sebagai salah satu universitas terkemuka. “Berperan penting menciptakan generasi unggul yang siap berkontribusi dalam pembangunan IKN.

 

Sri yang membacakan sambutan tertulis pj gubernur mengatakan, perubahan besar yang saat ini terjadi tentu ada kolaborasi lintas sektor, terutama dalam bidang akademik dan riset untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

“Sejalan dengan tema, moving, pioneering and inspiring, Unmul harus bergerak dinamis, adaptif terhadap perubahan zaman. Senantiasa menciptakan inovasi yang solutif bagi permasalahan daerah dan bangsa,” tuturnya.

Sebagai pioner, Unmul diharapkan menjadi pelopor dalam berbagai inisiatif yang mendukung pengembangan IKN. “Baik di bidang teknologi, ekonomi, lingkungan hingga sosial budaya,” tegas Sri.

Unmul menurutnya mampu menginspirasi tidak hanya mahasiswa, juga masyarakat luas untuk berpikir luas dan maju. Seiring dengan pembangunan IKN, Sri berharap semua civitas akademika Unmul tetap semangat, fokus dan profesional menjadikan kampus yang terletak di Gunung Kelua itu menjadi kampus maju dan terdepan. “Terutama turut mendukung dan membantu pembangunan IKN di Bumi Etam,” imbuhnya.

 

Dalam sambutannya, Rektor Unmul Abdunnur menyampaikan kebanggaan dan selamat terhadap empat guru besar yang telah dikukuhkan. “Mengapresiasi para guru besar yang baru saja dikukuhkan, tentu gelar guru besar akan menjadi tanggung jawab bersama. Membangun keilmuan masing-masing, memberikan manfaat dalam pengembangan bidang keilmuan di lingkungan Unmul dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Abdunnur menyampaikan rasa hormat dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pratikno yang telah berkenan hadir dan memberikan dukungan pada acara yang penuh makna.

 

Sejak berdirinya Unmul pada 1962 silam, telah tumbuh menjadi salah satu perguruan tinggi terbuka di Indonesia khususnya di wilayah Indonesia Timur di Kalimantan.

Dalam perjalanannya selama 62 tahun, Unmul terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara, terutama dalam upaya mencetak generasi unggul yang siap berperan dalam pembangunan bangsa dengan saintifik oriented pola ilmiah pokok tropical forest.

 

“Unmul terus berupaya dan berkontribusi di dalam pembangunan IKN yang sudah ditetapkan di Kaltim. Dies Natalis yang ke-62 merupakan momentum istimewa bagi semua untuk merenungi perjalanan panjang Unmul, memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa melalui pendidikan penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Kalimantan, serta terus berupaya menjadi pioner dalam berbagai bidang,” terangnya.

 

Abdunnur juga menyampaikan beberapa capaian penting Unmul dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Unmul memiliki 13 fakultas dan 1 program pascasarjana dengan 100 program studi baik S1, S2 maupun S3.

 

Total mahasiswa Unmul pada 2024 sebanyak 34.587 orang, dengan jumlah dosen 1.302 orang dan 83 guru besar serta 434 doktor. Saat ini Unmul berada di peringkat 39 versi EduRank, dan peringkat 29 versi Webometrics.

Sampai September tahun ini, Unmul sudah mempublikasikan artikel paten hak kekayaan intelektual buku dan produk inovatif lebih dari 1.077. Abdunnur mengharapkan kehadiran guru besar tentu mempunyai komitmen sama. “Memberikan kontribusi dan partisipasi pengembangan keilmuan dan pembangunan masyarakat, daerah, dan IKN,” tutupnya. (adv/kh/dra)

Editor : Dwi Restu A
#UNMUL