KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Menjawab tantangan pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan akan layanan keamanan digital serta konsep Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menjalin kemitraan strategis dengan Thales, perusahaan teknologi global terkemuka.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Strategic Partnership Agreement (SPA) antara Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya, dan SVP Asia and Latin America Thales, Guy Bonassi, Senin (3/2).
Kemitraan ini berfokus pada penyediaan solusi keamanan digital inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia serta mempercepat pembangunan dan pengembangan kapabilitas Telkom dalam sektor Kota Cerdas.
Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat inovasi dan pertumbuhan bisnis. “Kami melihat Thales sebagai mitra yang memiliki keahlian kuat dalam solusi pertahanan, teknologi satelit, hingga keamanan siber. Beberapa waktu terakhir, Thales telah mengakuisisi perusahaan keamanan data seperti Imperva dan Gemalto, yang kini menjadi bagian dari strategi keamanan siber mereka. Dengan menggabungkan keahlian tersebut dengan layanan digital dan konektivitas dari Telkom, kami optimistis dapat menghadirkan solusi keamanan digital terbaik bagi Indonesia,” ungkap Budi.
Thales memiliki rekam jejak panjang dalam membangun sistem Kota Cerdas di berbagai negara. Teknologi yang mereka kembangkan memungkinkan kota-kota untuk meningkatkan efisiensi transportasi, keamanan publik, serta pengelolaan infrastruktur secara cerdas. Dengan solusi berbasis data mining dan analisis data, Thales mampu membantu kota-kota menghadapi tantangan urbanisasi dengan lebih efektif.
Dalam ekosistem keamanan digital, Thales membawa keunggulan melalui dua anak perusahaannya Imperva dan Gemalto.
SVP Asia and Latin America Thales, Guy Bonassi, menyatakan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. “Kami merasa terhormat menjadi bagian dari ambisi digitalisasi Telkom. Kemitraan ini tidak hanya menghadirkan solusi Kota Cerdas dan keamanan digital, tetapi juga memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Kami berkomitmen membangun ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi dunia usaha di Indonesia,” ujar Bonassi.
Menurut riset Gartner Information Security Forecast 2024, total pengeluaran global untuk layanan keamanan informasi diproyeksikan mencapai US$ 292 miliar pada 2028, dengan CAGR 12,5% dari 2023 hingga 2028. Di kawasan Asia Pasifik, pasar layanan keamanan siber diperkirakan mencapai US$ 8,7 miliar pada tahun 2028, dengan pertumbuhan tahunan 13,8%.
Dengan tren ini, kolaborasi Telkom dan Thales diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Implementasi teknologi keamanan canggih tidak hanya meningkatkan inovasi dan efisiensi, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Kemitraan ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin serius dalam membangun ekosistem digital yang kuat, aman, dan mampu bersaing di era transformasi digital. (*)
Editor : Ismet Rifani