Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Idulfitri di Gaza, Ketika Takbir Berganti Tangisan, Dunia Hanya Membisu?

Ari Arief • Jumat, 4 April 2025 | 16:35 WIB
Yayasan Damai Aqsha di Balikpapan dan Samarinda yang menyalurkan bantuan umat untuk kebutuhan medis, pangan, dan operasional Masjid Al-Aqsha di Palestina.
Yayasan Damai Aqsha di Balikpapan dan Samarinda yang menyalurkan bantuan umat untuk kebutuhan medis, pangan, dan operasional Masjid Al-Aqsha di Palestina.

 

KALTIMPOST.ID, Idulfitri 1446 Hijriah atau 2025 Masehi, yang seharusnya menjadi hari kemenangan dan sukacita bagi umat muslim di seluruh dunia, justru berubah menjadi lautan duka bagi warga Gaza.

Di tengah takbir yang menggema, bom-bom Israel terus menghujani, merenggut nyawa puluhan umat Islam.

Luka dan kehilangan menyelimuti perayaan suci ini, sementara harapan akan gencatan senjata kian menipis.

Hingga kini, belum ada indikasi bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan mengurangi tekanan terhadap Hamas, meskipun tengah berlangsung putaran baru perundingan gencatan senjata.

 Baca Juga: Pejabat Masuk Penjara, Perusahaan Tambang yang Disoal LSM Guntur PPU Sudah Lama Tak Beroperasi

Menurut laporan Al Jazeera, pada Minggu dini hari, sejumlah serangan udara menghantam tenda dan rumah warga Palestina saat mereka tengah merayakan Idulfitri, yang tahun ini jatuh pada 30 Maret 2025.

Setidaknya 35 orang dilaporkan tewas di Kota Rafah dan Khan Younis, wilayah selatan Gaza.

Serangan tidak hanya menyasar pemukiman, tetapi juga fasilitas yang seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi warga sipil.

Pada 3 April 2025, sebuah serangan udara Israel menghantam sekolah Dar Al-Arqam di Kota Gaza yang menampung pengungsi, menewaskan setidaknya 27 orang, termasuk 18 anak-anak.

Sehari sebelumnya, serangan terhadap klinik PBB menewaskan sedikitnya 22 orang.

 Baca Juga: Kebiasaan Ini Sering Dilakukan saat Lebaran, Tapi Ternyata Berisiko

Lebih tragis lagi, Palang Merah Palestina (PRCS) melaporkan bahwa mereka menemukan jenazah 15 tenaga medis di Rafah yang menjadi korban serangan hebat Israel pada pekan sebelumnya.

Investigasi visual dari unit pemeriksa fakta Al Jazeera, Sanad, menunjukkan bahwa sedikitnya lima kendaraan penyelamat hancur akibat serangan tersebut.

Warga Muslim Palestina bersiap melaksanakan sholat Idul Fitri.
Warga Muslim Palestina bersiap melaksanakan sholat Idul Fitri.

"Ini adalah tragedi, bukan hanya bagi kami, tetapi juga bagi misi kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan secara umum," ujar PRCS dalam sebuah pernyataan.

Pada pagi hari Idulfitri, ratusan ribu warga Gaza tetap melaksanakan salat Id di atas puing-puing masjid yang hancur.

Tempat pengungsian yang penuh sesak akibat konflik berkepanjangan membuat ruang untuk merayakan hari raya menjadi sangat terbatas.

 Baca Juga: Sengketa THR dan Bonus Lebaran Muncul Lagi, Ini Respons Tegas Disnakertrans PPU

Mengutip Anadolu, serangan udara Israel terus terjadi hingga dini hari Minggu, menyasar berbagai titik di wilayah Gaza yang terkepung dan menimbulkan korban jiwa.

Meski dalam situasi penuh risiko, warga Palestina tetap melaksanakan salat, mengumandangkan takbir, dan saling mengucapkan selamat Idulfitri.

Namun, tradisi seperti berbagi permen, memberikan hadiah kepada anak-anak, dan perayaan di tempat umum tak dapat dilakukan.

Meskipun menghadapi situasi yang sangat sulit, warga Gaza tetap berusaha merayakan Idulfitri.

Di tengah reruntuhan dan keterbatasan, mereka melaksanakan salat Idulfitri, mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki, dan mencoba mempertahankan semangat perayaan.

Namun, tradisi seperti berbagi permen dan memberikan hadiah kepada anak-anak menjadi sulit dilakukan karena kondisi yang ada.

Di Kota Gaza, ribuan orang berkumpul dan melaksanakan salat di reruntuhan Masjid Agung Omari yang juga menjadi sasaran serangan.

Sementara di Khan Younis, warga yang mengungsi melangsungkan salat Id di tempat penampungan darurat di sebuah sekolah yang menampung keluarga dari wilayah timur kota.

Baca Juga: Dita Karang, Jinny, dan Minji Tinggalkan Secret Number! Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sejak Oktober 2023, lebih dari 50.200 warga Palestina telah dibunuh oleh militer Israel, mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Selain itu, lebih dari 114.000 orang mengalami luka-luka. Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa lebih dari 39.000 anak di Gaza telah kehilangan satu atau kedua orang tua mereka sejak dimulainya konflik, menciptakan krisis anak yatim terbesar dalam sejarah modern.

Sementara itu, blokade yang diperketat oleh Israel sejak 2 Maret 2025 memperburuk situasi, dengan penutupan semua perlintasan dan penghentian masuknya bantuan kemanusiaan, medis, dan bantuan lainnya.

Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi tuntutan kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di wilayah tersebut.

Namun, nampaknya status tersangka tersebut belum cukup kuat untuk menghentikan kebuasan Netanyahu dan jajarannya di Pemerintahan Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan niatnya untuk menduduki Gaza dan mengusir penduduknya, sejalan dengan proposal sebelumnya dari Presiden AS, Donald Trump.

Sementara itu, komunitas internasional terus menyerukan gencatan senjata dan solusi damai untuk mengakhiri penderitaan warga Gaza.

Meskipun diliputi duka dan kehancuran, semangat dan ketahanan warga Gaza tetap menjadi simbol harapan.

Mereka terus berjuang untuk masa depan yang lebih baik, dengan harapan bahwa suatu hari nanti, Idulfitri dapat dirayakan dalam kedamaian dan kebahagiaan sejati. ***

 

Laporan Damai Aqsha untuk Kaltim Post


Damai Aqsha adalah yayasan yang beroperasi di Balikpapan dan Samarinda, berperan sebagai jembatan antara umat yang ingin memberikan bantuan dengan mereka yang membutuhkan di Palestina, khususnya yang terkait dengan Masjid Al-Aqsha.

Mereka mengumpulkan dan menyalurkan dana untuk berbagai kebutuhan, seperti bantuan medis, pangan, dan kebutuhan dasar lainnya. Yayasan ini juga berperan dalam membantu operasional Masjid Al-Aqsha.

Editor : Dwi Puspitarini
#benjamin netanyahu #palestina #idulfitri #Damai Aqsha #gaza #serangan israel