Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Menuju Pendanaan Internasional ISLE-2, PLN dan World Bank Tinjau Langsung Pembangunan Energi Hijau IKN

Ajie Chandra • Minggu, 4 Mei 2025 | 19:06 WIB

Photo
Photo
TINJAU LAPANGAN: Selama site visit proyek infrastruktur ketenagalistrikan di IKN, tim PLN dan World Bank mengevaluasi kesiapan infrastruktur, memverifikasi dokumen teknis, dan menilai dampak sosial serta lingkungan proyek untuk memastikan seluruh aspek proyek memenuhi standar internasional agar layak mendapatkan dukungan pendanaan dari World Bank.

KALTIMPOST.ID, NUSANTARA— PT PLN (Persero) bersama World Bank melakukan kunjungan langsung ke sejumlah proyek infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi hijau di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses due diligence sebagai langkah awal untuk mendapatkan pendanaan internasional melalui program Indonesia Sustainable Least-Cost Electrification-2 Program for Results (ISLE-2 PforR) dari World Bank.

Dipimpin oleh PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), kunjungan ini turut dihadiri perwakilan Divisi Keuangan serta Divisi Transisi Energi dan Keberlanjutan PLN dari kantor pusat. Dalam kunjungan tersebut, tim melihat langsung progres pembangunan PLTS IKN 50 MW, SUTT 150 kV GI Kariangau–GIS 4 IKN, dan GIS 4 IKN—tiga proyek kunci yang dirancang menjadi tulang punggung kelistrikan hijau di kawasan ibu kota baru.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dimulai dengan rapat koordinasi pada 15 April 2025, dilanjutkan dengan inspeksi lapangan pada 16 April, dan ditutup dengan diskusi teknis serta lingkungan bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada 17 April.

Selama site visit, tim PLN dan World Bank mengevaluasi kesiapan infrastruktur, memverifikasi dokumen teknis, dan menilai dampak sosial serta lingkungan proyek. Diskusi lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek proyek memenuhi standar internasional agar layak mendapatkan dukungan pendanaan dari World Bank.

ISLE-2, yang akan berjalan hingga 2030, merupakan kelanjutan dari program elektrifikasi berkelanjutan World Bank di Indonesia. Program ini tidak hanya mendukung pembangunan jaringan distribusi dan transmisi, tetapi juga mendorong transformasi digital sektor energi melalui implementasi teknologi seperti SCADA, Energy Management System (EMS), pembangkit surya terdistribusi, dan Battery Energy Storage System (BESS). BESS dinilai penting dalam mengintegrasikan energi baru terbarukan (EBT) ke sistem kelistrikan nasional.

General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, menyatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen kuat PLN dan pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai kota cerdas dan hijau. “Proyek ini bukan hanya soal suplai listrik, tetapi juga simbol transformasi menuju sistem kelistrikan nasional yang modern dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama dengan World Bank melalui ISLE-2 menjadi langkah strategis dalam mempercepat elektrifikasi nasional, memperkuat portofolio EBT, dan meningkatkan efisiensi serta ketahanan keuangan PLN di masa depan. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#IKN #PLN (Persero) #world bank