Dalam laporan ketua panitia Dr. Pudjiati SE MM disampaikan bahwa para mahasiswa akan didampingi 21 dosen pembimbing lapangan dan ditempatkan di 21 kelurahan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada darma ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat,” tegas Pudjiati.
Ia menekankan empat pesan utama kepada seluruh mahasiswa: menjaga nama baik diri dan almamater Universitas Mulia, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan aparat kelurahan, menerapkan ilmu secara bijak sesuai potensi lokal, serta bekerja dengan hati karena pengabdian, menurutnya, lahir dari ketulusan.
Dr. Pudji juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan seluruh kelurahan mitra yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di tengah masyarakat. “Kami titip anak-anak kami untuk dibina dan diarahkan agar dapat melaksanakan kegiatannya selama satu bulan ke depan,” katanya.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifai MSi menggarisbawahi bahwa KKN bukan sekadar syarat akademik. Ia menegaskan, KKN harus menjembatani ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di masyarakat.
“KKN ini bukan seremoni. Jangan hanya dianggap sebagai kewajiban akademik untuk menjadi sarjana. KKN adalah sarana agar ilmu yang didapatkan di kampus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya di hadapan para camat, lurah, dosen pembimbing, dan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ahsin juga menyampaikan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi Saintek yang kini menekankan KKN Berdampak. Program Tridarma Perguruan Tinggi menurutnya tidak boleh berhenti pada proses, tetapi harus memberikan dampak konkret.
Untuk para mahasiswa, Rektor kembali mengingatkan agar model KKN tidak lagi terpaku pada kegiatan rutin tanpa keberlanjutan. Ia menolak pola KKN lama seperti membuat batas desa, peta, atau nama jalan semata. “Model KKN sekarang, mahasiswa harus turun ke lapangan, menyerap aspirasi, menyusun program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak berkelanjutan,” tegasnya.
Rektor juga mengajak seluruh dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa agar memastikan program KKN terhubung dengan kebutuhan nyata pembangunan di tiap kelurahan. “Belajar di masyarakat adalah kesempatan berharga. Bangun komunikasi, kolaborasi, dan inovasi yang benar-benar bisa memperbaiki persoalan mendasar di lokasi KKN,” ujarnya.
Sebagai penutup, pelepasan mahasiswa ditandai dengan penyerahan berita acara kepada 21 lurah mitra, di antaranya Lurah Sumber Rejo, Gunung Sari Ilir, Kariangau, Gunung Samarinda Baru, Baru Ilir, Baru Ulu, Karang Rejo, Telagasari, Klandasan Ilir, Sepinggan Baru, Manggar, Manggar Baru, Karang Joang, Graha Indah, Batu Ampar, Lamaru, Margo Mulyo, Teritip, Sepinggan Raya, Sungai Nangka, dan Sepinggan. Mahasiswa dijadwalkan akan melaksanakan KKN mulai 22 Juli hingga 25 Agustus 2025. (*)
Editor : Ismet Rifani