Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

350 Peserta Ramaikan Jambore Kader Posyandu di Balikpapan

Maria Irham • Kamis, 31 Juli 2025 | 15:54 WIB

 

PROSEHAT: Nurlena Rahmad Mas
PROSEHAT: Nurlena Rahmad Mas

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Guna memperkuat peran kader sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan kembali menggelar Jambore Kader Posyandu di BSCC Dome, Rabu (30/7).

Acara yang mengusung tema “Kader Posyandu Bergerak Berantas Stunting Anak Sehat Anak Hebat Indonesia Kuat Menuju Generasi Emas 2045” itu dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kota Balikpapan sekaligus Pembina Posyandu Balikpapan Nurlena Rahmad Mas'ud, dan diikuti 350 peserta.

Kompak menggunakan kaos berwarna pink ungu, seluruh peserta yang berasal dari 34 kelurahan tersebut tampak semangat mengikuti serluruh rangkaian kegiatan dari pagi hingga siang hari.

Dimana dalam jambore ini berbagai perlombaan digelar, mulai dari lomba Yel-Yel, Simulasi 5 Langkah Posyandu yang sasarannya merupakan bayi balita dan ibu hamil, Lomba Kader Penyuluh, Story Telling, Tebak Kata hingga Lomba Rangking 1.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Balikpapan Alwiati menjelaskan, Jambore Kader Posyandu merupakan kegiatan rutin tahunan yang diikuti oleh seluruh perwakilan  Puskesmas di Balikpapan. “Ada sebanyak 350 peserta yang berasal dari 27 Puskesmas,” jelas Alwi.

Ia mengatakan, kegiatan ini bukan hanya bertujuan mengevaluasi kompetensi dan keterampilan para kader, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian mereka dalam membantu pelaksanaan program pemerintah terutama bidang kesehatan selaku penggerak masyarakat.

Diharapkan dari kegiatan ini juga, sebut Alwi dapat mencetak kader posyandu yang memiliki 25 kompetensi. Mulai dari kompetensi keterampilan pengelolaan posyandu hingga membina ibu hamil, bayi dan balita, remaja, usia produktif serta lansia.

“Jadi dalam kegiatan ini juga sebagai uji kompetensi untuk para kader. Kita ingin mencari kader yang mumpuni untuk bekerja. Karena banyak juga posyandu yang kadernya cuma 1-2 Kader," terangnya.

Photo
Photo

Sementara itu, Nurlena Rahmad Mas'ud mengapresiasi upaya Dinas Kesehatan dalam meningkatkan kompetensi para kader melalui jambore tersebut.

“Ini bentuk apresiasi serta reward untuk para kader sebagai garda terdepan atau ujung tombak dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di tingkat dasar atau primer,” katanya.

Ia menyebut, kader Posyandu berperan penting dalam memberikan informasi, penyuluhan, dan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. “Merekalah yang langsung berinteraksi dengan masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan dasar seperti penimbangan bayi, pemeriksaan ibu hamil, hingga penyuluhan gizi kepada remaja agar nanti di 2045 kita mendapatkan bibit-bibit unggul sebagai generasi emas untuk kota Balikpapan,” sebutnya.

Nurlena menuturkan, selama ini peranan kader Posyandu di Balikpapan telah berjalan baik, namun di tengah perkembangan kota yang didukung dengan adanya IKN, dibutuhkan lebih banyak kader Posyandu.

“Untuk itu kami berencana melakukan kaderisasi dengan menggabungkan antara kader PKK, dasa wisma dan kader Posyandu.

Karena kader dasa wisma punya PKK sekitar 12 ribu yang aktif. Anggap saja 6 atau 7 ribu. Itu bisa ke lapangan dan mereka bisa memantau hingga 10 rumah per orang,” terangnya.

“Harapan kita itu bisa dilakukan agar peran Posyandu nantinya lebih maksimal lagi dengan keterlibatan banyak kader untuk memantau dan memberikan edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat,” pungkas Nurlena. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Alwiati #Dinkes Balikpapan #jambore kader posyandu #Nurlena Rahmad Masud