SAMARINDA - Universitas Merdeka Malang menjalin kerja sama akademik dengan UCSI University Malaysia melalui forum Malaysia and Indonesia Discussion (Malindo) bertajuk “2nd Malindo Dissemination of Research and Community Services.” Kegiatan berlangsung selama lima hari, Minggu hingga Kamis (26–30/10), di kampus UCSI University, Kuala Lumpur.
Forum tersebut mengangkat tema “Global Perspectives on Governance: Policy Innovation, Leadership, and Cultural Immersion Program” dan menjadi wadah kolaborasi riset, pengabdian, serta pertukaran gagasan antara akademisi Indonesia dan Malaysia.
Dosen Pascasarjana Magister Hukum Unmer Malang, Nahdiya Sabrina menjelaskan bahwa kerja sama ini memperkuat posisi Unmer sebagai kampus berwawasan global. “Kemitraan dengan UCSI University yang masuk peringkat QS World University Rankings memberi nilai tambah bagi Unmer, terutama dalam meningkatkan kredibilitas dan visibilitas internasional,” ujarnya.
Sementara, Kaprodi Magister Hukum Pascasarjana Unmer Malang, Supriyadi menilai kolaborasi tersebut memberi manfaat besar bagi pengembangan ilmu hukum dan memperluas jaringan internasional. “Kegiatan seperti ini penting untuk membandingkan ketentuan hukum antara Indonesia dan Malaysia, serta memperkuat akreditasi unggul program studi,” katanya.
Kegiatan Malindo juga diikuti dua mahasiswa Pascasarjana Unmer Malang, Eko Saputra dan Agus Wiramsya Oscar, yang berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi.
Guru Besar Unmer Malang, Prof Kadek Wiwik menuturkan bahwa kunjungan ini memberikan banyak masukan penting, termasuk dalam penyebarluasan hasil penelitian dosen di jurnal internasional.
“Kerja sama dengan UCSI sangat relevan karena Unmer memiliki prodi arsitektur dan riset multidisipliner. Semua bidang ilmu bisa dikolaborasikan, mulai dari hukum, kebijakan, hingga sosial,” jelasnya.
Ia menambahkan, Unmer Malang menargetkan kerja sama lanjutan dengan Macquarie University, Australia, khususnya dalam bidang hak asasi manusia. “Awal tahun 2026, kita juga akan mendapat kunjungan balik dari Guru Besar UCSI University Malaysia untuk berbagi hasil penelitian,” ungkapnya.
Guru Besar UCSI University Malaysia, Prof Nangkula Utaberta, menyambut baik sinergi dengan Unmer Malang. Ia menilai kedua universitas memiliki banyak kesamaan yang dapat menjadi dasar kerja sama jangka panjang.
“Kami ingin belajar dari Unmer Malang, begitu juga sebaliknya. Sinergi ini penting untuk memperluas pemahaman lintas budaya dan bidang keilmuan,” katanya.
Sementara itu, Eko Saputra, staf Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah IV Samarinda sekaligus mahasiswa Magister Hukum Unmer, menyebut kegiatan ini strategis untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa.
“Forum seperti Malindo bukan hanya memperdalam riset hukum, tapi juga memberi ruang bagi mahasiswa tampil di forum internasional,” ujarnya.
Praktisi pertambangan dan pemerhati keberlanjutan, Agus Wiramsya Oscar menilai sambutan dari civitas akademika UCSI sangat positif. “Kegiatan ini memberi kesempatan langka untuk berdiskusi langsung dengan profesor internasional dan memperdalam ide riset, termasuk comparative study antara Malaysia dan Indonesia,” jelasnya.
Ia turut mengikuti sejumlah sesi bertema circular economy, biodiversity and science diplomacy, employment law in Malaysia, hingga urban governance initiatives di TRX Tower Kuala Lumpur.
“Melalui diplomasi sains, kita belajar bahwa negara bisa bekerja sama tanpa politik, menyelesaikan masalah global bersama, dan memperkuat posisi di dunia internasional,” tutup Oscar. (pms/as/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan