KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Dalam rangka memastikan kesiapan fisik Calon Jemaah Haji (CJH) yang akan menjalankan ibadah ke Tanah Suci, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Balikpapan melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kebugaran Jasmani bagi CJH reguler 2026, di Masjid Madinatul Iman - Islamic Center Balikpapan, Selasa (18/11).
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular Bidang P2P, dr. Agus Iriansyah menjelaskan, tes kebugaran ini merupakan langkah awal dalam pembinaan calon jemaah haji.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah ingin memastikan jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan optimal.
Ia menekankan bahwa kebugaran jasmani merupakan salah satu aspek penting dalam kesiapan menjalankan ibadah haji, mengingat pelaksanaan ibadah di Tanah Suci membutuhkan kekuatan fisik, daya tahan, serta adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang berbeda.
“Kegiatan pemeriksaan kebugaran ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dari upaya pembinaan kesehatan haji. Melalui tes ini kita dapat mengetahui tingkat kebugaran masing-masing calon jemaah dan memberikan rekomendasi agar mereka semakin siap secara fisik menjelang keberangkatan,” jelas dr. Agus.
Untuk proses pengukurannya, Diskes menerapkan dua metode berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing peserta. Jemaah dengan kondisi fisik normal menjalani tes rockport sejauh 1.600 meter, sedangkan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi seperti memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan persendian mengikuti tes jalan 6 menit.
“Kegiatan ini diikuti oleh ratusan calon jemaah haji yang sebelumnya telah mendapatkan pendampingan dari setiap Puskesmas, dan dibagi dalam dua hari. Hari pertama diikuti 250 peserta,” ujarnya.
Selain pemeriksaan fisik, peserta juga mendapat edukasi dan konseling kesehatan mengenai pentingnya latihan kebugaran secara teratur, pola hidup sehat, serta anjuran aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Dari pengukuran itu, dinilai kurang, cukup, dan baiknya. Bila hasilnya kurang kita memberikan motivasi untuk meningkatkan kondisi fisiknya secara mandiri sebelum nanti kita lakukan pembinaan lanjutan,” terang dr. Agus.
Ia pun berharap para CJH memiliki kesiapan fisik yang optimal serta kesadaran untuk terus menjaga kesehatan hingga waktu keberangkatan tiba. Pemeriksaan kebugaran jasmani ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang sehat dan berkualitas. (*)
Editor : Ismet Rifani