BALIKPAPAN - Upaya penurunan angka stunting di Balikpapan terus dilakukan Pemkot Balikpapan. Terbaru, melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menggelar Monitoring dan Evaluasi Germas serta Hasil Pemeriksaan Lanjutan Balita Terduga Stunting di Hotel Four Points, Kamis (20/11).
Acara yang dibuka oleh Kepala DKK Balikpapan diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, drg Sri Mulyati dengan menghadirkan narasumber dr Hittoh Fattory serta Rifatul Amini dari Poltekkes Kaltim. Para peserta merupakan perwakilan dari Bappeda Balikpapan, Dinas Pendidikan, Dinas PU, Dinas Perumahan dan Permukiman, Disporapar, DLH, kecamatan, kelurahan se- Balikpapan, serta kepala UPTD Puskesmas.
dr Hittoh Fattory menjelaskan sejak dua tahun terakhir angka stunting di Balikpapan meningkat 3 persen. “Memang ada peningkatan, dari tahun 2023 angkat stunting ada di 18 persen, kemudian 2024 meningkat 21,6 persen dan tahun ini tembus 24,8 persen,” jelasnya.
Dari peningkatan angkat tersebut, pihaknya terus berupaya mencari solusi dengan mengumpulkan lintas sektor untuk melakukan evaluasi. “Dari hasil ini kita mulai mengubah strategi yang selama ini terfokus pada penanganan pasien stunting, kini dimulai dengan pencegahan. Karena penanganan pasien stunting saja tidak cukup, kita harus beralih ke hulunya dengan memfokuskan pada permasalahan awalnya,” terang Hittoh.
Dengan menggandeng tim pelaksana program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Kemenkes dari Poltekkes Kaltim, pihaknya saat ini tengah melakukan perencanaan program yang akan dilakukan bersama lintas sektor.
“Nantinya program yang akan kita lakukan itu berdasarkan hasil masukan dari diskusi yang sudah kita lakukan ini,” ungkapnya.
Rif’atul Amini, selaku Tim INEY fase 2 Poltekkes Kaltim mengungkapkan bahwa INEY merupakan tim yang dibentuk sebagai upaya percepatan penurunan stunting tugasnya berfokus pada intervensi gizi dan imunisasi, terutama bagi remaja putri, ibu hamil, dan anak-anak usia 0-59 bulan, melalui Imunisasi dan Nutrisi, Edukasi, dan Yankes (kesehatan).
Baca Juga: HKN Ke-61, Puskesmas Baru Ilir Gelar Seminar Kesehatan, Fokus Cegah Anemia dan Stunting
“Ini merupakan kegiatan tahun kedua kami yang sebelumnya di 2024. Dan tahun ini kami melakukan kegiatan di dua lokus puskesmas di Balikpapan, yakni Puskesmas Batu Ampar dan puskesmas Klandasan Ilir,” jelasnya.
Rif’atul mengatakan dari hasil kegiatan yang telah dilakukan, ada beberapa capaian indikator program yang masih belum mencapai target.
“Jadi dari 11 jenis intervensi spesifik penanganan stunting yang ditetapkan Kemenkes, dua Puskesmas ini sudah mencapai target untuk kabupaten kota. Tapi ada juga yang belum tercapai, misalnya pemberian makanan pendamping ASI, yang disebabkan keterbatasan SDM tim penyuluh gizi dan kader. Dan itu semua telah kita sampaikan dalam evaluasi ini, sehingga ke depan ini menjadi fokus Dinas Kesehatan yang harus dibenahi agar 11 intervensi ini mencapai target,” terangnya. (adv/mra/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan