KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Ribuan warga Kota Beriman, tumpah ruah memadati pelataran Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome dalam rangka menghadiri Tablig Akbar yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Minggu (23/11) malam.
Menghadirkan dua ulama beken, yakni Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Das’ad Latif, acara itu berlangsung meriah dan khidmat.
Hadir pula Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud, Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama istri, Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo bersama istri, serta jajaran unsur Forkopimda, kepala OPD di lingkungan Pemkot, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Pada kesempatan itu Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang tetap tinggi dalam menghadiri majelis ilmu.
“Ini merupakan refleksi untuk seluruh warga kota di penghujung akhir tahun, setelah disibukkan dengan aktivitas setiap hari, kita ingin kembali menanamkan nilai-nilai spiritual agar menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Rahmad.
Ia menuturkan bahwa pertemuan seperti ini berperan besar dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah tantangan kehidupan modern.
“Kota Madinatul Iman itu bukan hanya sebagai simbol dan tulisan saja, tetapi harus kita implementasikan di dalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, kepada Tuhan Pencipta, sehingga apa yang kita lakukan ini, dapat bermanfaat untuk sesama, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama,” terangnya.
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, persaudaraan, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadi tanamkan keimanan pada diri kita sebagai warga Kota Balikpapan, apapun agamanya, jalankan keyakinan sesuai dengan agama kita. Karena nilai religius dan kekuatan iman menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan kota yang damai, saling menghormati, dan penuh kepedulian,” ucapnya.
Dalam Tablig Akbar itu, Ustaz Das’ad Latif didapuk untuk memberikan tausiyah pertama. Dengan gaya penyampaian yang humoris namun sarat makna, ia mengungkapkan bahwa Balikpapan memiliki keistimewaan dengan sebutan Kota Madinatul Iman. Di mana ini bukan hanya sebagai julukan, tetapi juga doa dan harapan.
“Mengaku beriman itu gampang. Tapi diakui oleh Allah SWT sebagai orang beriman itu susah. Banyak ayat-ayat tentang beriman, tetapi yang paling nyata bentuk seorang beriman adalah dengan mendirikan salat,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk jangan meninggalkan salat, karena selain sebagai tiang agama, salat juga mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
“Bila masyarakat Balikpapan rajin salat maka Allah SWT akan turunkan keberkahan untuk kota ini. Yang terpenting bukan hanya sekedar salat, perhatikan juga tata caranya, karena ini yang akan meningkatkan keimanan dan kecintaan terhadap Allah SWT,” ungkapnya.
Dirinya juga menyebut, salah satu cara paling ampuh memperbaiki keimanan adalah dengan mendengarkan ceramah. “Kita perlu bersyukur karena Balikpapan sering menggelar tablig akbar, ini tentu sebagai bentuk konsistensi pemerintah menjadikan kota ini Madinatul Iman,” ujarnya.
Sementara itu, menegaskan tema tausiah malam itu yakni Balikpapan Madinatul Iman, UAS dengan penyampaian tegasnya membahas terkait perbedaan Islam dan iman.
“Islam itu terlihat, sementara iman tidak tampak oleh mata. Iman selalu diucapkan dan berpasangan dengan takwa,” katanya.
Di sela pembahasannya, ia pun mengajak jamaah tabligh Akbar untuk berselawat dengan menyalakan senter yang ada di telpon genggam masing-masing, sebagai bentuk kecintaan terhadap Baginda Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung Ustaz Abdul Somad. Sebagai penutup, Walikota Balikpapan kembali memberikan hadiah ibadah umrah kepada empat jamaah yang beruntung. Mulai dari tempat tinggalnya terjauh, lansia, hingga mereka yang bisa menyambung ayat suci Al-Qur’an bersama UAS. Hal ini menambah kebahagiaan jamaah tabligh akbar. (*)
Editor : Ismet Rifani