Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perkuat Sinergi Tingkatkan IKD: Makin Banyak Tindakan Pencegahan, Risiko Bencana Akan Menurun 

Supriyono Lupus • Kamis, 27 November 2025 | 16:42 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan Usman Ali mendampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Adwar Skenda Putra yang dihadiri para perwakilan OPD di lingkungan Pemkot Balikpapan.
Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan Usman Ali mendampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Adwar Skenda Putra yang dihadiri para perwakilan OPD di lingkungan Pemkot Balikpapan.

 

BALIKPAPAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan menggelar Entry Meeting Indeks Ketahanan Daerah (IKD), Selasa (25/11). Kegiatan itu dibuka Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Adwar Skenda Putra.

Hadir Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan Usman Ali dan jajaran BPBD Balikpapan serta para stakeholder di Kota Balikpapan. Narasumber dari BPBD Provinsi Kaltim Bagian Perencanaan, Bakriansyah.

Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan Usman Ali melalui Suranto Sub Bagian Program menjelaskan dalam hal ini perlunya membangun persepsi, komitmen dan bersinergi dalam meningkatkan Indeks Ketahan Daerah (IKD).

“Kegiatan ini menjadi salah satu elemen penting bagi pemerintah untuk menghitung tingkat risiko bencana di Kota Balikpapan guna mendukung pengurangan Risiko Bencana yang berdampak pada kesejahteraan kehidupan masyarakat bahkan dapat menimbulkan korban bencana,” ujarnya.

Evaluasi risiko bencana di Kota Balikpapan yang dilakukan setiap tahun menggunakan indeks ketahanan daerah. Proses penilaian melibatkan data dari BNPB dan fokus pada tindakan pencegahan yang diambil oleh daerah.

Sekretaris BPBD Balikpapan Fahrianoor Rullah Hakim mendampingi narasuber dari BPBD Provinsi Kaltimyang penuh interaktif.   
Sekretaris BPBD Balikpapan Fahrianoor Rullah Hakim mendampingi narasuber dari BPBD Provinsi Kaltimyang penuh interaktif.  

“Jika banyak tindakan pencegahan dilakukan, risiko bencana akan menurun, sebaliknya jika sedikit, risiko bisa meningkat. Penilaian tahun 2025 akan dirilis pada awal tahun 2026, dan terdapat indikasi bahwa meskipun risiko bencana meningkat, ketahanan daerah justru mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Narasumber dari BPBD Provinsi Kaltim Bagian Perencanaan, Bakriansyah menyampaikan beberapa materi yaitu peran IKD dalam Indeks Risiko Bencana Indonesia (Irbi), Potret Indek Risiko Bencana  (IRB) Kota Balikpapan, capaian IKD Provinsi dan Kota Balikpapan, dukungan IKD Provinsi Kaltim ke Kabupaten/Kota, mengevaluasi IKD Kota Balikpapan serta panduan evident IKD.

“IKD dan IRBI menjadi RAPOR bagi Pemerintah Daerah di bidang penanggulangan bencana dan memberikan informasi tingkat risiko bencana tiap-tiap kabupaten/kota di Indonesia sesuai dengan bahaya yang dimiliki dan gabungan dari bahaya seluruh kabupaten/kota,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan tujuh fokus indikator prioritas antara lain perkuatan kebijakan dan kelembagaan, pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, pengembangan sistem informasi, diklat dan logistik, dan penanganan tematik kawasan bencana.

Selain itu, peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana, perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana serta pengembangan sistem pemulihan bencana. Capaian IKD BPBD Kota Balikpapan tahun 2024 yaitu 0,824 persen dari bobot maksimum 1 persen. (adv)

Editor : Sukri Sikki
#risiko bencana #BPBD Kota Balikpapan #Provinsi Kaltim #Usman Ali