KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perhelatan akbar tahunan Fakultas Psikologi UNTAG 1945 Samarinda yang dikenal dengan PAIS UNDA sukses digelar untuk ketiga kalinya pada 18 Desember 2025 lalu. Seminar nasional dan call off paper ini sukses dilaksanakan.
Mengusung tema “Revolusi Ketahanan Keluarga: Perspektif Psikologi dalam Menjawab Disrupsi Teknologi, Krisis Ekonomi, dan Ketidakpastian Global”, kegiatan ini diikuti lebih dari 300 peserta yang hadir secara langsung di Auditorium Utama HM Ardhan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda serta ratusan massa yang berpartisipasi secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh kalangan akademisi saja, namun juga masyarakat secara umum.
Bersamaan dengan kegiatan tersebut, dipresentasikan pula puluhan judul penelitian psikologi dari kalangan akademisi berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun praktisi psikologi secara umum.
Selaku pembicara utama dalam kegiatan seminar nasional ini, Prof. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, mengusung tema ketahanan keluarga.
Dalam paparannya, Prof. Tina mengajak segenap masyarakat untuk menempatkan anggota keluarga sesuai dengan perannya. Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa dimensi transendensi dan spiritual masih menjadi kekuatan keluarga di Indonesia.
Muhammad Novvaliant Filsuf Tasaufi, M.Psi., Psikolog, akademisi sekaligus praktisi psikolog klinis dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, dalam kesempatan ini memaparkan fenomena fatherless yang menyumbang sebagian besar permasalahan individu di era ini.
Sebagai pembicara pamungkas, Dr. Nuraida Wahyu Sulistyani, M.Psi., Psikolog, menyoroti konsep psychopreneur sebagai salah satu intervensi dalam penguatan keluarga.
Menurutnya, ketahanan keluarga tidak luput dari ketahanan ekonomi keluarga itu sendiri, sehingga diperlukan intervensi ekonomi berbasis psikologi yang mampu menguatkan dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Saat membuka acara, Rektor UNTAG 1945 Samarinda, Dr. Evi Kurniasari Purwaningrum, M.Psi., Psikolog, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat sekaligus rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.
Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan cita-cita fakultas dalam menciptakan sumber daya manusia Kalimantan Timur yang tangguh secara psikologis.
Mengutip pernyataan beliau, “Ketahanan keluarga tidak bisa dilepaskan dari kita. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, banyak di antara kita yang lengah sehingga virus-virus yang tidak baik masuk ke dalam keluarga.
Untuk itu, sebagai generasi penerus, para mahasiswa harus menjaga keluarga sehingga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dan hal tersebut harus terus digaungkan.”
Dalam pidatonya, beliau berharap kegiatan serupa akan menjadi lebih banyak di tahun-tahun mendatang, sehingga mampu menjadi pemantik terciptanya program-program yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar.
Di waktu yang berbeda, Annisya Muthmainnah Takdir, M.Psi., Psikolog, selaku ketua panitia kegiatan ini, dalam laporannya menyebutkan bahwa sebagai agenda tahunan, PAIS UNDA diharapkan menjadi corong publikasi aktivitas Fakultas Psikologi UNTAG 1945 Samarinda di ranah nasional.
Oleh karenanya, sebelum Seminar Nasional dan Call for Paper dilaksanakan sebagai puncak kegiatan, berbagai agenda telah sukses digelar dengan tajuk “Bridging Agenda: Road to PAIS UNDA 25” selama dua bulan penuh.
Kegiatan yang semula direncanakan sebagai implementasi iklim akademik ini menarik perhatian tidak hanya kalangan internal Fakultas Psikologi UNTAG saja, namun juga berbagai kalangan masyarakat.
Hal ini terbukti dengan keterlibatan sivitas akademika dari universitas mitra dalam kegiatan Kelas Umum Series Pengukuran Psikologi, Series Kesehatan Mental, serta Series Media Komunikasi dan Psikologi Komunitas.
Selain itu, kegiatan Bridging Agenda ini merupakan bentuk awal dari penerapan kurikulum berbasis OBE di Fakultas Psikologi.
Karenanya, dalam pekan gelar karya mahasiswa ditampilkan Bazar Kewirausahaan, Pameran Fotografi, serta Poster Edukasi Psikopatologi Perilaku yang merupakan luaran dari mata kuliah Media dan Komunikasi Psikologi, Kesehatan Mental, Psikologi Komunitas, serta mata kuliah Psikopatologi dalam Perkembangan.
Penyelenggaraan PAIS UNDA Ke-III menjadi bukti bahwa kegiatan akademik dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui seminar nasional, presentasi hasil penelitian, hingga berbagai kegiatan pendukung, Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda menghadirkan ruang diskusi yang terbuka dan relevan dengan persoalan sehari-hari yang dihadapi keluarga dan masyarakat saat ini.
Ke depan, PAIS UNDA diharapkan terus menjadi wadah bertemunya gagasan dan solusi, sekaligus penguat peran psikologi dalam kehidupan sosial.
Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, Fakultas Psikologi UNTAG 1945 Samarinda optimistis kegiatan ini akan terus memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.
Bersamaan dengan rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama antara Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda dengan PT Pegadaian (Persero), Yayasan Pendidikan Islam Al-Quds Samarinda, serta Kharisma Excellent Consulting.
Penandatanganan ini menjadi langkah awal penguatan kemitraan antar-institusi dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan kegiatan kemasyarakatan.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat, dengan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda sebagai penggerak utama. (Adv/kh)
Editor : Almasrifah