KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui Program Kampung Baru Ilir Mandiri, Indah, dan Sejahtera (KALIANDRA), perusahaan meraih Indonesia Green Awards 2026 kategori Inovasi Sosial dan Rekayasa Teknologi Hijau. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam seremoni yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (23/1).
Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kualitas implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan KPI Unit Balikpapan.
Pada ajang serupa tahun sebelumnya, perusahaan mencatatkan skor penilaian 87. Tahun ini, nilai tersebut melonjak signifikan menjadi 91,34, menegaskan konsistensi dan keseriusan perusahaan dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
Program KALIANDRA merupakan model inovasi sosial berbasis rekayasa teknologi hijau yang mengintegrasikan mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan, serta ketahanan pangan dalam satu ekosistem. Pendekatan yang diusung tidak bertumpu pada pembangunan infrastruktur konvensional berbiaya tinggi, melainkan memaksimalkan sumber daya yang tersedia melalui prinsip ekonomi sirkular dan frugal innovation.
Salah satu inovasi utama adalah pemanfaatan drum bekas yang direkayasa menjadi Drum Eco Shield, yakni struktur penahan lereng yang berfungsi sebagai sistem stabilisasi tanah sekaligus infrastruktur hijau. Solusi ini efektif diterapkan di kawasan rawan longsor, khususnya di Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara perusahaan dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi dedikasi serta semangat kemandirian kelompok KALIANDRA. Peningkatan nilai dari 87 menjadi 91,34 menunjukkan keseriusan kami memastikan program TJSL terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Dodi.
Lebih lanjut, KALIANDRA juga mengintegrasikan teknologi hijau melalui penerapan modern urban farming dan smart irrigation system. Pertanian perkotaan dirancang untuk memanfaatkan ruang terbatas, termasuk area di atas Drum Eco Shield, sehingga lahan kritis yang sebelumnya rawan longsor dapat direklamasi menjadi ruang terbuka hijau yang produktif.
Sistem penampungan air hujan yang terhubung dengan irigasi cerdas memungkinkan pengelolaan air secara adaptif terhadap pola hujan yang tidak menentu. Selain mengurangi limpasan permukaan, sistem ini juga menyediakan sumber air baku bagi pertanian dan kebutuhan masyarakat. Seluruh rangkaian teknologi tersebut didukung panel surya sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan.
“Program KALIANDRA dirancang untuk menjawab tantangan kawasan rawan longsor melalui empat fokus utama, yakni peningkatan kesadaran mitigasi bencana, pengembangan kawasan aman dan tangguh, penumbuhan kepedulian lingkungan serta gaya hidup sehat, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM,” tambah Dodi.
Implementasi KALIANDRA turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Di antaranya, peningkatan kualitas hidup kelompok rentan melalui akses layanan kesehatan, penguatan posyandu, serta pelatihan kader masyarakat yang mendukung SDGs Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan).
Pengelolaan lingkungan melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos, pengurangan penggunaan pupuk kimia, serta kegiatan penghijauan mendukung SDGs Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Sementara itu, keterlibatan aktif pemangku kepentingan, meningkatnya peran perempuan dan lansia, serta perlindungan rumah dan fasilitas umum dari risiko longsor mendukung SDGs Tujuan 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan).
Pada ajang yang sama, General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, juga meraih penghargaan Best 100 Operation Units/Sites/Suppliers Indonesia 2026 – La Tofi ESG Rating dengan perolehan nilai 90,90.
Ke depan, PT KPI Unit Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan komunitas di sekitar wilayah operasi melalui program pemberdayaan berbasis keberlanjutan, inovasi, dan kemandirian ekonomi, guna mewujudkan masa depan yang inklusif dan sejahtera bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)
Editor : Ismet Rifani