KALTIMPOST.ID, BONTANG – PT PLN Indonesia Power UBP Mahakam melalui UP PLTDMG Bontang menyelenggarakan pelatihan dan simulasi tanggap darurat bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Bontang.
Kegiatan itu merupakan bagian dari penguatan sistem K3 serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan operasional pembangkit. Rangkaian pelatihan dirancang secara aplikatif dan terstruktur, tidak berhenti pada tataran konsep.
Diperkuat dengan praktik lapangan yang komprehensif dan terintegrasi, meliputi pemberian materi oleh Damkar Bontang, pelaksanaan Gladi Simulasi Kering, Simulasi Tanggap Darurat, evaluasi langsung tim Damkar, serta animal rescue.
Pendekatan ini membentuk kesiapsiagaan personel yang tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam berbagai kondisi darurat.
Simulasi dilaksanakan melalui skenario terintegrasi yang realistis, mencakup penanganan kebakaran, evakuasi personel, koordinasi lintas fungsi, pengendalian situasi, serta pengamanan area operasional.
Tujuannya, menguji kesiapan sistem, efektivitas prosedur, dan kapasitas sumber daya secara menyeluruh dalam kondisi yang mendekati situasi riil.
Sebagai bagian dari penguatan sistem, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kecepatan respons, ketepatan pengambilan keputusan, efektivitas komunikasi, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Evaluasi ini menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen tanggap darurat dan pengelolaan risiko operasional di lingkungan kerja.
Manager UP Bontang, Herman Hidayat, menegaskan bahwa penguatan sistem kesiapsiagaan dan budaya keselamatan merupakan pilar utama dalam menjaga keberlanjutan dan keandalan operasional pembangkit.
“Kesiapsiagaan tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui latihan yang konsisten, sistem yang terstruktur, dan budaya keselamatan yang mengakar kuat dalam setiap proses kerja.”
“Sinergi yang terbangun menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap insan pembangkit memiliki kompetensi, keberanian, serta kesiapan mental yang utuh dalam menghadapi situasi darurat, sehingga perlindungan terhadap manusia, aset, dan keandalan operasional perusahaan dapat terjaga secara menyeluruh dan berkelanjutan.” Ujar Herman Hidayat
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, PT PLN Indonesia Power UBP Mahakam meneguhkan komitmennya dalam membangun sistem keselamatan kerja yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kemudan memperkuat budaya K3 sebagai nilai inti perusahaan, serta memastikan kesiapsiagaan seluruh insan pembangkit dalam menghadapi berbagai potensi risiko demi menjaga keselamatan manusia, keandalan pasokan listrik, dan perlindungan lingkungan secara berkelanjutan.
Editor : Rendy Fauzan