Niat Puasa Setiap Hari
Pertanyaan :
Apakah niat ibadah puasa harus dilakukan setiap malam saat bulan Ramadan? Hp. 0822552311xxx
Jawaban :
Niat adalah pintu dari segala kebaikan dan amal saleh, sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, “Setiap pekerjaan itu bergantung kepada niatnya,” (HR. Muttafaqun Alaihi). Sabda Nabi lainnya, “Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud).
Dalam hal ini ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Pertama, yang menyatakan wajib berniat di setiap malamnya. Jika hingga azan Subuh ia ternyata belum berniat maka puasanya dianggap tidak sah. Menurut pendapat ini, ibadah puasa itu berbeda antara satu hari dengan lainnya.
Pendapat kedua, yang menyatakan niat itu cukup sekali di awal bulan Ramadhan dan tidak perlu diulang pada setiap malam. Mereka beranggapan, bahwa ibadah puasa Ramadhan adalah satu amal yang utuh selama bulan Ramadhan. Pendapat ini didasarkan pada hadits di atas, yaitu setiap perbuatan itu tergantung kepada niatnya. Wallahu a’lam. (*)
Lupa Niat Puasa
Pertanyaan :
Apakah sah puasanya seseorang di waktu sahur lupamengucapkan niat untuk berpuasa ? HP. 085247123XXX
Jawaban :
Niat adalah pangkal dari segala urusan dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan niat, orang termotivasi melakukan pekerjaan. Niat juga dapat membantu fokus pada satu urusan. Selain itu niat juga bisa membedakan antara satu ibadah dengan ibadah lainnya. Niat puasa Ramadan dihukumi wajib dan bagian dari rukun puasa.
Waktu niat puasa terhitung sejak malam hari hingga waktu imsak yang ditandai dengan azan Subuh berkumandang. Bagi yang lupa mengucapkan niat di malam hari puasanya tetap sah, bagi sebagian pendapat ulama. Mereka mendasarkan pada keumuman puasa Ramadan sebagai satu amal ibadah yang utuh selama sebulan penuh. Syaratnya, orang tersebut sudah berniat di awal lan untuk berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Amal perbuatan itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Penting untuk dipahami, niat yang dimaksud adalah apa yang terbetik di dalam hati. Itu sudah cukup. Termasuk ketika bangun di akhir malam menyiapkan makan sahur atau aktifitas makan sahur itu sendiri adalah termasuk dari niat berpuasa. Wallahua’lam. (*)
Editor : Ismet Rifani