KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Struktur ekspor nonmigas Kalimantan Timur pada Januari 2026 menunjukkan kontras tajam. Di satu sisi ada komoditas yang melonjak signifikan, namun di sisi lain penurunan tajam pada sektor utama membuat total nilai ekspor tetap tertekan.
Secara bulanan nilai ekspor nonmigas turun 28,01 persen. Penurunan terdalam terjadi pada golongan bahan bakar mineral. “Penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan barang bahan bakar mineral sebesar USD309,21 juta atau turun 21,07 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.
Pada Desember 2025, nilai ekspor bahan bakar mineral masih mencapai USD1.467,23 juta. Namun di Januari 2026 turun menjadi USD1.158,02 juta. Meski turun, komoditas itu tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi 78,82 persen terhadap total ekspor nonmigas.
Selain bahan bakar mineral, komoditas lemak dan minyak hewani/nabati juga mengalami koreksi tajam. Nilainya merosot USD213,95 juta atau turun 51,84 persen, dari USD412,75 juta menjadi USD198,80 juta. Komoditas tersebut menyumbang 13,53 persen terhadap total ekspor nonmigas Januari 2026.
Di tengah tekanan tersebut, beberapa golongan barang justru mencatatkan kenaikan. Peningkatan terbesar terjadi pada berbagai produk kimia yang naik USD16,52 juta atau 36,72 persen, dari USD44,99 juta menjadi USD61,51 juta.
“Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari 2026 terhadap Desember 2025 terjadi pada golongan barang berbagai produk kimia,” terang Mas’ud. Kenaikan juga terjadi pada bahan kimia anorganik yang tumbuh USD3,44 juta atau 14,78 persen menjadi USD26,72 juta. Selain itu, ampas dan sisa industri makanan mulai mencatatkan ekspor USD2,50 juta setelah pada bulan sebelumnya tidak ada realisasi ekspor.
Sebaliknya, pupuk mengalami kontraksi paling dalam secara persentase. Nilainya anjlok 93,28 persen, dari USD61,93 juta menjadi hanya USD4,16 juta. Bahan kimia organik juga turun 43,68 persen menjadi USD8,64 juta.
Mas’ud menyebutkan, pada Januari 2026 sebanyak 10 golongan barang berdasarkan klasifikasi HS dua digit memberikan kontribusi 99,95 persen terhadap total ekspor nonmigas Kaltim. Sisanya hanya 0,05 persen berasal dari komoditas lainnya. (*)
Editor : Ismet Rifani