Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lebih Hangat dan Dekat, DPD PSI Samarinda Merajut Kasih Bersama Anak Yatim dan Lansia lewat Buka Puasa Bersama

Redaksi • Kamis, 5 Maret 2026 | 20:03 WIB

PENUH KEAKRABAN: Jajaran pengurus DPD PSI Samarinda secara sederhana menggelar buka puasa bersama di pelataran kantor Jalan Perjuangan, Samarinda Utara.
PENUH KEAKRABAN: Jajaran pengurus DPD PSI Samarinda secara sederhana menggelar buka puasa bersama di pelataran kantor Jalan Perjuangan, Samarinda Utara.

 

KALTIMPOST,ID, SAMARINDA–Kamis (5/3) sore, tepat di halaman Kantor DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Samarinda, pemandangan kontras tersaji. Kemarin sore, tempat itu berubah menjadi oase kemanusiaan yang mengharukan.

Mengusung tema besar "Menguatkan Kepedulian, Merajut Kebersamaan", jajaran pengurus PSI Samarinda tidak memilih hotel berbintang atau gedung pertemuan formal sebagai lokasi berbagi. Mereka menyusun kursi di bawah tenda, meruntuhkan sekat protokoler dan mengundang tamu-tamu istimewa, yakni 200 anak yatim piatu serta para lansia dari berbagai sudut Kecamatan Samarinda Utara.

Sejak pukul 17.00 Wita, suasana semakin riuh dengan kedatangan anak-anak panti asuhan. Yang menarik, para kader muda PSI berbaur secara organik. Tak ada kursi VIP, semua duduk di level yang sama.

Para kader muda PSI serius mendengarkan penuturan seorang kakek yang sesekali menyeka air mata saat menceritakan perjuangannya bertahan hidup di masa tua. Di sudut lain, tawa renyah anak-anak panti asuhan pecah saat beberapa pengurus DPD PSI Samarinda mengajak mereka bermain kuis tebak-tebakan ringan bertema Ramadan.

"Kami tidak ingin acara buka puasa bersama sekadar datang, duduk, makan, lalu pulang. Kami ingin ada energi yang bertukar. Mendengar keluh kesah para orang tua kita (lansia) dan melihat binar mimpi dari adik-adik kita," ujar Ketua DPD PSI Samarinda David Jingga.

Pemilihan lokasi di pelataran kantor memang disengaja. PSI ingin menegaskan bahwa politik seharusnya bermuara pada pengabdian masyarakat di tingkat akar rumput. Kehadiran 200 adik-adik dan lansia menjadi bukti ruang-ruang kepedulian seperti itu sangat dirindukan.

Momen paling syahdu terjadi sesaat sebelum azan Magrib berkumandang. Di bawah langit Samarinda yang mulai meredup, lantunan doa bersama menggema. Doa-doa tulus yang dipanjatkan jemari mungil anak yatim dan tangan-tangan renta para lansia seolah mengetuk pintu langit, memohon keberkahan bagi Kota Tepian.

“Melihat mereka tersenyum, itu kebahagiaan bagi kami. Tema merajut kebersamaan adalah janji bahwa kami akan selalu ada. Terlebih kami beberapa kali sudah melakukan beberapa pelatihan. Contohnya pelatihan psikologi bagi korban kekerasan perempuan dan anak. Pelatihan parenting juga, itu sangat diperlukan,” imbuhnya.

Begitu azan Magrib berkumandang, kesederhanaan menu berbuka yang disajikan justru terasa mewah karena dibalut rasa kekeluargaan. Para kader PSI dengan sigap "turun tangan" melayani adik-adik dan bapak ibu yang lansia, memastikan piring-piring mereka terisi lebih dulu. PSI Samarinda tidak hanya membagikan makanan, tapi mereka sedang menanam benih-benih kasih di hati masyarakatnya.

Ditegaskan David, pihaknya sudah menjalankan program kerja khusus, seperti susur gang. “Insyaallah, dijadwalkan nanti Pak Jokowi hadir ke Samarinda,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Plt Ketua DPW PSI Kaltim Andi Adi Wijaya menjelaskan, pihaknya mengutamakan kesederhanaan.

“Konstestasi politik itu masih jauh. Kami hadir untuk masyarakat. Karena itu yang memang seharusnya dilakukan,” tegasnya. Terkait program, khususnya susur gang, pihaknya ingin semua di daerah di Kaltim bisa menjalankan hal tersebut.

LEBIH DEKAT: Sembari mendengarkan tausiah di momen menjelang buka puasa bersama DPD PSI Samarinda, anak panti asuhan dan lansia begitu antusias.
LEBIH DEKAT: Sembari mendengarkan tausiah di momen menjelang buka puasa bersama DPD PSI Samarinda, anak panti asuhan dan lansia begitu antusias.

“Semuanya harus dibangun, seluruh kader harus dekat dan bersama masyarakat,” kuncinya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#anak yatim #lansia #samarinda #Partai Solidaritas Indonesia (PSI)