Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kisah Anjar, Pasien Gagal Ginjal di Usia Yang Masih Sangat Muda

Akbar Sopianto • Senin, 27 April 2026 | 16:15 WIB
PASIEN: Anjar paling kanan pasien gagal ginjal yang terbilang sangat muda.
PASIEN: Anjar paling kanan pasien gagal ginjal yang terbilang sangat muda.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Kondisi ini dialami oleh Anjar Dwiyan (26), warga Samarinda, yang hingga kini rutin menjalani terapi cuci darah (hemodialisa) dua kali dalam seminggu di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Syahranie.

Sejak didiagnosis pada usia yang masih sangat muda, Anjar harus berjuang menghadapi kondisi kesehatannya. Ia pertama kali mengetahui dirinya menderita gagal ginjal saat duduk di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP), tepatnya saat berusia 13 tahun. Kini, kurang lebih 13 tahun sudah ia menjalani hidup sebagai pasien gagal ginjal.

“Waktu itu saya masih sekolah dan berusia 13 tahun, sampai sekarang sudah sekitar 13 tahun saya menjalani pengobatan rutin di Rumah Sakit,” ujar Anjar.

Dalam kesehariannya, Anjar mengandalkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Program tersebut sangat membantu dirinya dalam menjalani pengobatan jangka panjang yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Saat kunjungan berlangsung, Anjar didampingi oleh kedua orang tuanya. Sang ayah, yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kaki lima di salah satu pasar malam kota Samarinda, menceritakan awal mula gejala yang dialami Anjar sebelum akhirnya didiagnosis gagal ginjal oleh dokter.

“Awalnya pada saat itu anjar sedang bersekolah kemudian pulang kerumah dia mengeluh pusing, sesak napas, dan tubuhnya mudah lelah. Selama seminggu kondisinya tidak membaik, akhirnya kami bawa kepuskesmas. Dari sana diberikan obat dan disaran kan rujuk ke rumah sakit jika belum ada perubahan,” ungkapnya.

Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa Anjar mengalami gagal ginjal dan harus segera menjalani hemodialisa secara rutin, bahkan hingga tiga kali dalam seminggu pada saat itu.

Lebih lanjut, sang ayah juga menyampaikan bahwa kondisi yang dialami Anjar tidak terlepas dari pola hidup yang kurang sehat di masa remajanya.

“Dulu Anjar sering mengkonsumsi minuman kemasan berwarna dan bersoda, jarang minum air putih. Mungkin itu juga yang jadi salah satu penyebabnya,” tambahnya.

Kondisi kesehatan yang dialami Anjar berdampak besar terhadap kehidupannya, termasuk keputusan untuk tidak melanjutkan pendidikan. Meski demikian, Anjar tetap berusaha menjalani hidup dengan penuh semangat dan harapan.

Kisah Anjar menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga pola hidup sehat sejak dini, serta memanfaatkan program JKN sebagai perlindungan dalam mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.

Editor : Rendy Fauzan
#jkn