BALIKPAPAN – Kota Balikpapan resmi menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Timur 2026 yang dihelat di Nusantara Ballroom, Hotel Astara, Sabtu (16/5). Forum strategis ini menjadi agenda utama para dokter se-Benua Etam untuk menentukan arah kebijakan organisasi sekaligus memilih nakhoda baru kepengurusan IDI Wilayah Kaltim periode mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr. Jaya Mualimin, Ketua IDI Wilayah Kaltim periode 2022–2025, dr. Padilah Mante Runa, Ketua Panitia Muswil IDI Kaltim, dr. Andi Sri Juliarty beserta jajaran.
Diikuti oleh peserta yang hadir mencakup perwakilan dari 10 cabang IDI yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, mulai dari Samarinda, Balikpapan, hingga Mahakam Ulu.
Ketua IDI Wilayah Kaltim periode 2022–2025, dr. Padilah Mante Runa menegaskan, regenerasi kepengurusan bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum krusial untuk memperkuat dedikasi profesi dokter di seluruh pelosok daerah.
“Musyawarah wilayah ini adalah mandat konstitusi organisasi untuk melahirkan nakhoda baru. Saya berharap kepengurusan mendatang mampu mengakselerasi program pelayanan kesehatan dan memperdalam pengabdian kepada masyarakat yang selama ini telah kita bangun bersama,” tuturnya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah meningkatnya kasus obesitas yang kini mulai menjadi ancaman serius, termasuk di Kalimantan Timur.
Rangkaian kegiatan bahkan dilanjutkan dengan agenda Gathering IDI Kaltim sekaligus memperingati World Hypertension Day (WHD) 2026 di Pantai BSB yang mengajak tenaga kesehatan dan masyarakat untuk lebih aktif menerapkan pola hidup sehat.
Menurut Padilah, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan harus terus diperkuat karena penyakit tidak menular kini semakin meningkat.
Selanjutnya, Tuan Rumah Muswil IDI Kaltim, dr. Andi Sri Juliarty, juga menjelaskan bahwa penunjukan Balikpapan sebagai tuan rumah merupakan mandat dari Muswil lima tahun silam di Berau.
Menurutnya, sistem tuan rumah yang bergilir antar kabupaten/kota telah menjadi tradisi IDI Kaltim guna pemerataan seluruh cabang dalam menyukseskan agenda besar organisasi.
“Kami di IDI Balikpapan bersama panitia lokal telah mempersiapkan rangkaian acara ini agar seluruh perwakilan dari 10 kabupaten/kota dapat bersidang dengan nyaman.
Target utamanya adalah menghasilkan keputusan strategis yang selaras dengan visi PB IDI Pusat serta memperkuat soliditas profesi dalam mendukung program kesehatan Pemerintah Provinsi Kaltim,” ungkap dr. Andi Sri Juliarty.
Animo Muswil kali ini terbilang luar biasa. Selain agenda internal yang diikuti 74 delegasi dari berbagai cabang dan perhimpunan spesialis, acara juga dirangkai dengan kegiatan ilmiah yang menyedot perhatian 720 peserta dari dalam dan luar daerah. Partisipasi dari 19 perhimpunan profesi yang hadir pun mencatatkan sejarah sebagai tingkat keterlibatan tertinggi sepanjang pelaksanaan Muswil IDI Kaltim.
Rangkaian acara yang berlangsung hingga Minggu (17/5) ini ditutup dengan sesi gathering dan olahraga bersama untuk mempererat silaturahmi. “Pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat hanya bisa lahir dari organisasi profesi yang solid dan kompak. Itulah semangat yang ingin kami jaga pasca Muswil ini,” tegas Dio, sapaan akrabnya.
Dalam Muswil tersebut, dokter asal Kabupaten Paser, dr. Mansyah HM, Sp.OG, MARS, terpilih sebagai Ketua IDI Wilayah Kaltim periode 2025–2028.
Terpilihnya dr. Mansyah diharapkan mampu membawa IDI Kaltim sebagai organisasi profesi dokter yang bermartabat, solid, profesional, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera sesuai dengan visi dan misinya.
Dirinya pun bertekad untuk memperkuat profesionalisme, etika, dan kompetensi dokter serta menguatkan solidaritas dan kesejawatan antar anggota hingga akan memperjuangkan martabat dan perlindungan seluruh profesi dokter dan berjanji akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan kesehatan masyarakat daerah. (*)
Editor : Ismet Rifani