Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Milad Al-Hikam Pencerah Hati Samarinda dan Peresmian Masjid Al Hikam Lit Thaaib di Jalan Saliki, Bengkuring, Samarinda

Khairul Anwar • Minggu, 28 Juni 2026 | 19:49 WIB
MENGHIDUPKAN KEMBALI: Saefuddin Zuhri dan tamu lainnya bersama-sama meresmikan masjid secara simbolis yang menandai babak baru penyiaran Islam di kawasan tersebut dengan menandatangani prasasti. (IST)
MENGHIDUPKAN KEMBALI: Saefuddin Zuhri dan tamu lainnya bersama-sama meresmikan masjid secara simbolis yang menandai babak baru penyiaran Islam di kawasan tersebut dengan menandatangani prasasti. (IST)

SAMARINDA–Suasana khidmat dan penuh berkah menyelimuti Kota Samarinda saat Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, secara resmi meresmikan Masjid Al Hikam Lit Thaaib.

Acara monumental ini digelar bersamaan dengan peringatan Milad Majelis Taklim Al-Hikam Pencerah Hati Samarinda ke-10 yang mengusung tema mendalam, "Napak Tilas Jejak Para Salehin", pada Sabtu (27/6), di Jalan Saliki, Bengkuring, Samarinda.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi yang mendalam atas berdirinya Masjid Al Hikam Lit Thaaib.

"Ia berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat peradaban, penyejuk umat, dan wadah pembinaan akhlak masyarakat Kota Samarinda, khususnya di sekitar Jalan Saliki, Bengkuring," ungkap Saefuddin Zuhri.

Ditambahkan Saefuddin, selain peresmian Masjid Al Hikam Lit Thaaib, acara tersebut sekaligus mengenang perjuangan Majelis Taklim Al-Hikam Pencerah Hati yang sudah berusia 10 tahun, yakni berdiri pada tahun 2016 dan diasuh oleh Kyai Choirul Anam, yang merupakan alumni Pondok Pesantren Ploso, Kediri.

Penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya Masjid Al Hikam Lit Thaaib. (IST)
Penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya Masjid Al Hikam Lit Thaaib. (IST)

Lebih lanjut, Saefuddin menambahkan bahwa dalam pengajian Al-Hikam ini dikaji Kitab Al-Hikam yang ditulis oleh Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari, seorang ulama besar dari Mesir dan tokoh penting dalam Tarekat Syadziliyah.

Tukimun, selaku Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Pembangunan Masjid Al Hikam Lit Thaaib, menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini dimulai pada bulan Juni 2025.

Dalam waktu sekitar satu tahun, progres pembangunan telah mengalami kemajuan pesat sehingga sudah dapat digunakan untuk ibadah salat dan pengajian rutin.

"Pembangunan masjid ini dilakukan secara swadaya dan swakelola oleh seluruh jemaah pengajian serta donatur yang dengan ikhlas menyedekahkan harta, material, dan tenaganya. Walaupun progres belum 100 persen, Masjid Al Hikam Lit Thaaib sudah dapat dipergunakan sebagai wadah syiar agama di sekitar Saliki, Bengkuring," terang Tukimun.

Selain masjid, ke depan akan dibangun kelas-kelas pembelajaran Al-Qur'an bagi anak-anak di lingkungan masjid serta menjadi tempat pengajian bagi masyarakat usia lanjut yang membutuhkan ketenangan hati di usia senja.

Konsep ini sesuai dengan kajian Kitab Al-Hikam, yakni lebih mengedepankan pengajian tasawuf atau pengajian roso yang berfokus pada penataan hati.

"Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kyai Choirul Anam menyampaikan maqalah Al-Hikam tentang waktu. Dalam uraiannya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga setiap detik kehidupan agar tidak terbuang sia-sia, karena waktu adalah modal utama seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Waktu merupakan hal yang tidak mungkin dapat terulang kembali," tutur Tukimun.

Sesaat setelah memberikan sambutan, Saefuddin Zuhri dan tamu lainnya bersama-sama meresmikan masjid secara simbolis yang menandai babak baru penyiaran Islam di kawasan tersebut dengan menandatangani prasasti yang telah disiapkan panitia pelaksana.

Sementara itu, K.H. Muhammad Andi Faishol, yang merupakan ulama ternama di Samarinda sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah, dalam ceramah agamanya mengupas tuntas esensi tema "Napak Tilas Jejak Para Salehin".

Beliau mengajak jemaah yang hadir untuk meneladani kegigihan, keikhlasan, dan keluhuran budi pekerti para ulama terdahulu dalam menyebarkan kebaikan.

KH Muhammad Andi Faishol menyampaikan bahwa esensi napak tilas bukan sekadar mengenang sejarah masa lalu, melainkan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur, integritas, dan keluhuran akhlak para kekasih Allah ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, KH Muhammad Andi Faishol menyampaikan ada tiga poin utama (jejak spiritual) yang perlu diikuti umat saat ini, yakni:

Kebersihan Hati dan Keikhlasan: Melatih diri untuk beramal secara tulus tanpa haus akan pujian, pengakuan, ataupun popularitas semu di media sosial.

Kegigihan Menuntut Ilmu: Menumbuhkan kembali semangat belajar dan memakmurkan majelis ilmu demi menjaga benteng keimanan generasi penerus.

Manajemen Waktu untuk Akhirat: Menjaga setiap detik kehidupan agar tidak terbuang sia-sia, mengingat waktu adalah modal utama manusia untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Sebagai informasi, hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota beserta tim TWAP, Camat Samarinda Utara, Kapolsek Sungai Pinang, Danramil Sungai Pinang, Lurah Sempaja Utara, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin (KH Imam Sholahuddin), Ketua MWC NU Sungai Kunjang (H. Taryanto), Habib Ustman Alydrus, Ketua Paguyuban Blitar.

Serta, seluruh jemaah Majelis Taklim Al-Hikam dari Al Hikam Mabes Bengkuring, Al Ihksan Revolusi, Ngaji Roso L3, Noto Atie Separi, Al Barokah Tengkawang, dan Ma'iyyatul Hikam Jalan Pramuka.

Dalam agenda tersebut juga ditampilkan hiburan selawat hadrah ibu-ibu Al Hikam serta band Islami Ma'iyyatul Hikam bernama "BEN AE". (Adv/kh///)

Editor : Almasrifah
#Masjid Al Hikam Lit Thaaib #Peresmian Masjid #milad #saefuddin zuhri #bengkuring