BALIKPAPAN – Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan inovasi alat pembakaran sampah minim asap (Smokeless) bagi warga RT 25 Desa Wanatirta, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Program tersebut menjadi solusi alternatif untuk membantu masyarakat mengelola sampah rumah tangga sekaligus mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran terbuka.
Program Inovasi Sosial itu melibatkan dua dosen pembimbing, yakni Andromeda Dwi Laksono dari Program Studi Teknik Material Metalurgi dan Yongki Christandi Batubara dari Program Studi Teknik Mesin, bersama 10 mahasiswa lintas program studi.
Baca Juga: Dekat dengan Kawasan IKN, Strategi ITK Siapkan SDM dan Riset Unggul
Alat Smokeless dirancang menggunakan prinsip rocket stove sehingga proses pembakaran berlangsung lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Teknologi tersebut mampu mengurangi volume sampah sekaligus menekan emisi asap yang dihasilkan selama proses pembakaran.
Selain menyerahkan alat pembakaran, tim juga membangun fasilitas pendukung berupa bak sampah dan rak sampah agar masyarakat memiliki sarana pengelolaan sampah yang lebih tertata.
Ketua Tim Inovasi Sosial, Fajar Kurniawan, mengatakan inovasi tersebut lahir dari hasil survei dan diskusi bersama warga yang selama ini mengeluhkan penumpukan sampah di lingkungan permukiman.
"Kami melihat masyarakat membutuhkan solusi yang praktis untuk mengurangi penumpukan sampah. Karena itu kami menghadirkan alat Smokeless yang dapat mengurangi volume sampah sekaligus menekan emisi asap dari pembakaran konvensional. Kami juga menyediakan fasilitas pendukung agar masyarakat semakin terbiasa membuang dan mengelola sampah dengan baik," ujarnya.
Ketua RT 25 Desa Wanatirta, Mohammad Syamsuri, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, inovasi yang dibawa mahasiswa ITK memberikan manfaat nyata bagi warga dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini dihadapi.
"Kami sangat mengapresiasi program ini karena membantu memberikan solusi terhadap permasalahan sampah yang selama ini dihadapi warga. Kami berharap alat ini dimanfaatkan dengan baik dan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan," katanya.
Berdasarkan hasil uji coba, alat Smokeless mampu mengurangi emisi asap secara signifikan dibandingkan pembakaran terbuka. Asap yang dihasilkan lebih sedikit sehingga diharapkan dapat meminimalkan pencemaran udara sekaligus mengurangi dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Melalui program tersebut, mahasiswa ITK berharap masyarakat memiliki alternatif pengelolaan sampah yang lebih efektif serta mendorong tumbuhnya budaya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. (adv/mra/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan