KALTIMPOST.ID, – Menjaga proses produksi tetap berjalan tanpa gangguan menjadi tantangan utama bagi industri tekstil yang menghadapi permintaan pasar semakin tinggi. Menjawab kebutuhan tersebut, Epson Indonesia meluncurkan printer tekstil industri SureColor SC-F20030 yang dirancang untuk meminimalkan downtime sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Printer terbaru ini diperkenalkan pada Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang berlangsung pada 8–11 Juli di Grand City Convex, Surabaya. Kehadirannya menjadi bagian dari komitmen Epson mendukung transformasi industri tekstil menuju proses produksi digital yang lebih cepat, fleksibel, dan berkelanjutan.
Bagi pelaku industri tekstil, waktu henti produksi menjadi salah satu penyebab menurunnya produktivitas. Gangguan operasional sekecil apa pun dapat menghambat penyelesaian pesanan dan meningkatkan biaya produksi.
Melihat kondisi tersebut, Epson menghadirkan SureColor SC-F20030 sebagai solusi untuk menjaga kelancaran proses pencetakan. Printer dye-sublimation berukuran 76 inci ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan produsen tekstil dan penyedia layanan print-on-demand dengan volume produksi besar.
Head of Vertical Business Epson Indonesia, Ario Aditya, mengatakan transformasi digital kini menjadi kebutuhan agar industri tetap kompetitif. Menurutnya, perusahaan harus mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga efisiensi operasional.
"Transformasi digital di industri tekstil bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menjaga daya saing. Pelaku industri kini dituntut mampu memproduksi lebih cepat, lebih fleksibel, dan tetap menjaga kualitas secara konsisten. Di Epson, kami terus mengembangkan inovasi yang membantu pelanggan menghadapi perubahan tersebut, sehingga mereka dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjalankan proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan," ujar Ario.
Untuk mendukung target tersebut, Epson meningkatkan performa SC-F20030 melalui delapan printhead PrecisionCore MicroTFP. Arsitektur baru ini mampu menghasilkan kecepatan cetak hingga 306 meter persegi per jam pada resolusi 600 x 600 dpi.
Kecepatan tinggi tersebut membantu perusahaan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat. Kualitas hasil cetak juga tetap terjaga meski printer digunakan secara terus-menerus untuk produksi skala besar.
Salah satu fitur utama yang ditawarkan SC-F20030 adalah sistem bulk ink berkapasitas 10 liter. Printer ini juga dilengkapi teknologi hot swap yang memungkinkan kantong tinta diganti tanpa menghentikan proses pencetakan.
Fitur tersebut membantu mengurangi waktu henti selama proses produksi berlangsung. Pelanggan pun dapat menjaga produktivitas ketika harus memenuhi pesanan dalam jumlah besar dengan tenggat waktu yang ketat.
Epson juga membekali printer ini dengan sistem pengering internal dua sisi. Teknologi tersebut mempercepat proses pengeringan tinta sekaligus mengurangi risiko kerutan media dan perpindahan tinta saat pencetakan.
Selain itu, sistem pengelolaan debu terintegrasi membantu menjaga area cetak tetap bersih. Risiko penyumbatan nozzle dapat diminimalkan sehingga kualitas cetak lebih konsisten dan limbah produksi ikut berkurang.
Untuk perusahaan dengan kapasitas produksi sangat tinggi, Epson menyediakan opsi Jumbo Roll dan Jumbo Reel. Sistem ini mampu menopang media hingga 300 kilogram sehingga proses produksi dapat berlangsung lebih lama tanpa sering mengganti material.
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah fitur self-service maintenance. Operator dapat mengganti komponen penting seperti printhead dan anti-drying cap secara mandiri dengan panduan diagnostik yang tersedia pada printer.
Kemampuan tersebut mempercepat penanganan kendala teknis di lapangan. Ketergantungan terhadap layanan servis juga berkurang sehingga biaya operasional dapat lebih efisien.
Menurut Epson, efisiensi operasional kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri tekstil. Perusahaan tidak hanya membutuhkan printer berkecepatan tinggi, tetapi juga perangkat yang mampu menjaga stabilitas produksi dalam jangka panjang.
SureColor SC-F20030 menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut melalui kombinasi kecepatan, keandalan, dan kemudahan perawatan. Printer ini juga mendukung tren digital textile printing yang terus berkembang di Indonesia.
Berdasarkan laporan Epson-IDC Digital Textile Printing Trends in Southeast Asia, teknologi digital dye-sublimation memungkinkan penyedia layanan cetak mencatat pertumbuhan pendapatan hingga delapan kali lebih cepat dibandingkan metode sablon konvensional. Teknologi ini juga membuka peluang bisnis baru pada segmen pakaian olahraga, fesyen, dekorasi interior, dan alas kaki.
Setelah diperkenalkan pada Surabaya Printing Expo 2026, SureColor SC-F20030 akan dipasarkan melalui jaringan dealer resmi Epson di Indonesia. Epson berharap teknologi ini dapat membantu industri tekstil meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat transformasi menuju proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Editor : Agus Prayitno