MILAD KE-29: Peserta Pertemuan Inovasi Tahunan 2026 dihadiri perwakilan Keluarga besar SIT Istiqamah YPAITB. Peserta PITSI II Kaltim 2026 yang hadir berasal dari Sekolah Islam di Kaltim seperti Balikpapan, Samarinda dan Bontang.BALIKPAPAN – Hampir tiga dekade bukanlah perjalanan singkat bagi sebuah lembaga pendidikan. Selama 29 tahun, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Istiqamah Yayasan Pendidikan Al Istiqamah Terpadu Balikpapan (YPAITB) terus tumbuh mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan pijakan utamanya: membentuk generasi Qurani yang unggul dalam ilmu, karakter, dan kepemimpinan.
Memasuki usia ke-29, SIT Istiqamah menjadikan peringatan milad bukan sekadar seremoni tahunan. Selama tiga hari, 16–18 Juli 2026, sekolah tersebut menghadirkan rangkaian kegiatan yang menjadi ruang refleksi sekaligus proyeksi masa depan pendidikan Islam.
Tema "Berkarya dengan Inovasi, Bergerak dengan Kolaborasi, Menginspirasi dengan Nilai-Nilai Qurani" menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi Pertemuan Inovasi Tahunan Sekolah Islam (PITSI), Festival Gerakan 13 Komunitas, hingga Welcoming Future Quranic Leader (WFQL) sebagai penyambutan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027.
Ketua Yayasan Pendidikan Al Istiqamah Terpadu Balikpapan (YPAITB) Iskandar Umar mengatakan usia ke-29 menjadi momentum untuk memperkuat budaya inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai fondasi utama pendidikan.
"Rangkaian Milad tahun ini mencerminkan semangat kolaborasi seluruh keluarga besar sekolah dalam melahirkan inovasi yang berdampak, membangun budaya positif, serta mempersiapkan generasi Qurani yang siap menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.
Ia berharap SIT Istiqamah terus menjadi salah satu pelopor pendidikan Islam yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Laboratorium Inovasi
Rangkaian Milad dibuka melalui Pertemuan Inovasi Tahunan Sekolah Islam (PITSI) yang mempertemukan sekolah-sekolah Islam dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Forum yang dibuka Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kaltim Wilayah I, Winarno itu menjadi ruang berbagi praktik terbaik dalam dunia pendidikan.
Berbagai inovasi pembelajaran, transformasi digital, pelayanan sekolah, hingga penguatan karakter dipresentasikan oleh guru dan tenaga kependidikan sebagai bukti tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan SIT.
Semangat tersebut diperkuat melalui pemaparan Direktur Operasional PT Rekacipta Inovasi ITB Bandung, Jam'ah Halid, yang menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar menghasilkan sesuatu yang baru, melainkan menghadirkan solusi yang memberi manfaat nyata.
Menurutnya, sekolah perlu membangun budaya berpikir kreatif, adaptif, dan kolaboratif agar mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
Budaya Baik yang Dibiasakan
Semangat inovasi kemudian diterjemahkan dalam kehidupan sekolah melalui Festival Gerakan 13 Komunitas.
Festival ini menjadi etalase berbagai program pembiasaan yang selama ini membentuk karakter peserta didik, mulai dari GEMARLIS (Gerakan Gemar Menulis), Gerakan 7K (Kejujuran, Kedisiplinan, Kerja Keras, Kebersihan, Keteladanan, Konsistensi, Kompetensi) 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), PERMATTA (Permisi, Maaf, Tolong, Terimakasih), OSOPH (One Student One Hobby), Gerakan 1000 HPK (1000 Hari Pertama Kehidupan), GEBBERJUMPA (Gerakan Bersih-Bersih Jumat Pagi), GEMARKOM (Gerakan Berkomunikasi), GEMARBI (Gerakan Gemar Berbahasa Inggris), GEMARBA (Gerakan Gemar Berbahasa Arab), GEMARAKMAS (Gerakan Gemar Bermasyarakat), IQLIMA, GERGUBI (Gerakan Guru Gemar Berbagi), Gemarseria (Gerakan Sehat dan Ceria), PIN JUMPA (Pesan Indah Jumat Pagi) serta berbagai gerakan penguatan karakter lainnya yang menjadiidentitas SIT Istiqamah YPAITB.
Program-program tersebut tidak hanya menanamkan budaya literasi, tetapi juga membangun kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, penguasaan bahasa asing, pengembangan bakat, hingga pembentukan karakter Islami.
Festival semakin semarak melalui Panggung Ekspresi Murid, yang menampilkan kemampuan siswa dalam seni, musik, tari, pidato, tilawah, hingga bahasa asing sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi setiap peserta didik.
Menyambut Pemimpin Qurani
Puncak Milad berlangsung melalui Welcoming Future Quranic Leader (WFQL) yang sekaligus menandai berakhirnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru jenjang SDIT, SMPIT, dan SMAIT.
Kegiatan tersebut menjadi simbol penyambutan generasi baru yang diharapkan tumbuh sebagai Future Quranic Leader—pribadi yang mencintai Al-Qur'an, berakhlak mulia, berprestasi, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan inspiratif, peserta didik diperkenalkan dengan budaya sekolah, nilai-nilai keislaman, semangat kepemimpinan, serta komitmen untuk terus bertumbuh dalam ilmu, iman, dan amal. (adv/aji/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan