JKN Permudah Ardania Jalani Pengobatan Rutin dan Ringankan Beban Biaya Kesehatan  

Akbar Sopianto • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 08:33 WIB
PESERTA: Ardania, salah satu sekian banyak penerima manfaat peserta program Jaminan Kesehatan Nasional.
PESERTA: Ardania, salah satu sekian banyak penerima manfaat peserta program Jaminan Kesehatan Nasional.

KALTIMPOST.ID, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah, berkualitas, dan terjangkau.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Ardania, seorang pedagang yang telah lama menjadi peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Baginya, kehadiran Program JKN memberikan rasa aman karena dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya pengobatan yang tinggi.

Saat ditemui, Ardania menceritakan bahwa dirinya telah menjadi peserta BPJS Kesehatan sejak menikah.

Selama itu pula ia rutin memanfaatkan layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Islamic Center.

Menurutnya, alasan utama menjadi peserta JKN adalah agar memiliki jaminan kesehatan ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan medis.

“Kalau menurut saya, ikut BPJS itu supaya enak. Saat membutuhkan pelayanan kesehatan tidak perlu memikirkan biaya lagi,” ujar Ardania.

Ardania mengatakan bahwa masih rutin menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Bahkan, sehari sebelum diwawancarai ia baru saja memanfaatkan layanan JKN untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Ia mengaku harus menjalani kontrol secara berkala karena memiliki riwayat kadar gula darah dan tekanan darah yang memerlukan pemantauan rutin serta konsumsi obat secara teratur.

“Semalam saya baru periksa. Saya memang harus rutin kontrol karena ada kadar gula dan tekanan darah, jadi harus mengambil obat-obatan secara berkala,” katanya.

Menurut Ardania, selama memanfaatkan layanan JKN proses pelayanan yang diterimanya berjalan lancar. Ia bersyukur belum pernah mengalami kendala berarti, baik saat memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun ketika mengurus administrasi.

Pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan juga dinilainya ramah dan sesuai dengan harapan.

“Alhamdulillah selama ini lancar saja. Petugasnya baik dan pelayanannya juga sama seperti pasien lainnya,” ungkapnya.

Meski demikian, Ardania menilai masih ada tantangan dalam penerapan pelayanan berbasis digital.

Menurutnya, penggunaan aplikasi Mobile JKN memang mempermudah peserta yang sudah terbiasa menggunakan telepon pintar.

Namun, bagi sebagian masyarakat, khususnya orang tua, proses tersebut masih cukup membingungkan sehingga membutuhkan pendampingan, tapi alhamdulillah pada saat di fasilitas kesehatan bisa dibantu oleh tenaga kesehatan.

“Kalau sekarang semuanya sudah pakai handphone. Saya masih bisa mengikuti, tetapi banyak ibu-ibu atau orang tua yang belum paham menggunakan Mobile JKN. Kadang mereka bingung harus mulai dari mana, tapi ketika di faskes kita dibantu oleh tenaga kesehatan” jelasnya.

Bagi Ardania, manfaat terbesar dari Program JKN adalah terbebas dari beban biaya ketika menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan laboratorium dan pengambilan obat yang harus dilakukan secara rutin.

Menurutnya, biaya pelayanan kesehatan akan terasa sangat berat apabila harus ditanggung sendiri.

“Yang paling terasa itu tidak perlu mengeluarkan uang. Pemeriksaan laboratorium dan pengobatan cukup mahal kalau harus bayar sendiri, jadi BPJS benar-benar membantu,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa biaya perawatan di rumah sakit dapat mencapai jutaan rupiah, terlebih apabila pasien harus menjalani rawat inap atau tindakan operasi.

Karena itu, keberadaan Program JKN menjadi perlindungan yang sangat penting bagi masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.

“Kalau harus membayar sendiri tentu berat sekali. Tiga hari dirawat saja bisa menghabiskan biaya jutaan rupiah, apalagi kalau sampai operasi. Karena itu saya bersyukur memiliki BPJS, dan untuk masyarakat yang belum punya BPJS, sebaiknya segera ikut. Kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan, kita tidak perlu terlalu khawatir memikirkan biaya. Semoga pelayanan BPJS ke depan semakin baik dan semakin memudahkan masyarakat,” tutupnya.

Editor : Hernawati
program layanan kesehatan jkn bpjs kesehatan