BSI dan Pemprov Kaltim Satukan Langkah, Dari Kaltim Menuju Baitullah

Dwi Restu A • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:54 WIB
DUKUNGAN: (kanan ke kiri) Dien Lukita Purnamasari, Andi Asni, Sri Wahyuni, dan Sefudin Suria Hidayat bersama menunjukkan program Kaltim Berhaji yang sudah resmi disepakati.
DUKUNGAN: (kanan ke kiri) Dien Lukita Purnamasari, Andi Asni, Sri Wahyuni, dan Sefudin Suria Hidayat bersama menunjukkan program Kaltim Berhaji yang sudah resmi disepakati.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkuat sinergi, dalam memudahkan masyarakat mempersiapkan ibadah haji. 

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Kaltim Berhaji, Senin (31/8). 

Penandatanganan berlangsung di Ruang Olah Bebaya, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltim serta sejumlah pemangku kepentingan.

 Baca Juga: Taspen Samarinda Dorong Pemanfaatan Pelayanan Digital Saat Kabut Asap Sedang Meningkat

Mengusung tema Langkah Awal Lebih Dekat ke Baitullah, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong masyarakat, khususnya ASN di Kaltim, mulai merencanakan ibadah haji melalui kebiasaan menabung sejak dini.

Retail Deposit Solution Group Head PT BSI Dien Lukita Purnamasari mengatakan, Program Kaltim Berhaji merupakan bagian dari program yang secara rutin dilaksanakan BSI di berbagai daerah. Kaltim menjadi salah satu provinsi yang menjalankan program tersebut melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. “Semoga melalui program ini kami dapat mengajak ASN hingga masyarakat Kaltim untuk mempersiapkan perjalanan ibadah haji bersama BSI,” ujarnya.

Dien menjelaskan, masyarakat yang memiliki niat untuk menunaikan ibadah haji dapat memulainya dengan langkah sederhana, yakni membuka rekening tabungan haji BSI. Dengan setoran awal Rp100 ribu, masyarakat dapat mulai membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

 Baca Juga: Hari Anak Nasional, Pegadaian Perkuat Literasi Keuangan Keluarga

Menurut dia, langkah tersebut penting mengingat masa tunggu keberangkatan haji di Kaltim dapat mencapai sekitar 26 tahun. Karena itu, persiapan sejak dini menjadi salah satu cara agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk memenuhi kebutuhan biaya dan persyaratan keberangkatan. “Kalau masa tunggunya panjang, persiapannya juga harus dilakukan sejak awal. Dengan menabung secara rutin, niat untuk menunaikan ibadah haji dapat dipersiapkan dengan lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Regional CEO IX Kalimantan PT BSI Sefudin Suria Hidayat mengatakan, PKS bersama Pemprov Kaltim menjadi bentuk komitmen BSI untuk menghadirkan layanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji.

Baca Juga: KONI Kutai Barat Tegaskan Dana TC Harus Dikelola Transparan

“Alhamdulillah, kami dari PT BSI Regional IX Kalimantan mendapatkan dukungan dari BSI pusat serta Pemprov Kaltim untuk bersama-sama berkolaborasi memberikan kemudahan berhaji bagi masyarakat Kaltim,” tuturnya.

Sefudin menambahkan, kolaborasi BSI dan Pemprov Kaltim tidak hanya diwujudkan melalui Program Kaltim Berhaji. Pada kesempatan tersebut, BSI juga menyerahkan bantuan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Pemprov Kaltim senilai Rp25 juta.

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung dan diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni.

Baca Juga: Parkir Liar Mulai Ganggu Ramainya Teras Samarinda Tahap II

Sri Wahyuni mengapresiasi penandatanganan PKS antara BSI dan Pemprov Kaltim. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi langkah awal sekaligus bentuk kesadaran bagi ASN untuk mempersiapkan ibadah haji melalui ikhtiar yang dilakukan secara konsisten. “Untuk naik haji bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga niat dan ikhtiar. Lewat ikhtiar itu, bagaimana kita menyisihkan penghasilan dan menabung di BSI agar dapat menunaikan ibadah haji melalui Program Kaltim Berhaji,” kata Sri.

Dia mengingatkan agar masyarakat tidak semata-mata melihat panjangnya masa tunggu keberangkatan haji. Sebaliknya, masa tunggu tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri, termasuk dari sisi finansial. “Jangan melihat 26 tahun masa tunggu itu. Yang penting adalah bagaimana konsistensi kita mewujudkan niat tersebut agar tercapai,” tegasnya.

 Baca Juga: DPRD Kaltim Gandeng APH Matangkan Raperda MBLB untuk Berantas Tambang Ilegal

Sri juga menyampaikan apresiasi kepada BSI yang telah menghadirkan program tersebut di Kaltim. Dia berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat lebih luas bagi ASN maupun masyarakat. “Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada BSI. Melalui program ini, ASN semakin dimudahkan untuk mempersiapkan dan menunaikan rukun Islam bersama BSI,” imbuhnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan dai sekaligus konsultan syariah dan motivator Islam, Dr Muhammad Subki Al-Bughury. Dalam tausiah tersebut, peserta diajak memahami pentingnya niat, ikhtiar, dan kesiapan dalam menjalankan ibadah haji.

Sebagai rangkaian penutup, BSI juga menggelar pengundian doorprize bagi peserta. Sejumlah hadiah disiapkan, di antaranya dua unit telepon seluler, kulkas, dua unit air fryer, televisi 32 inci, dan microwave.

 Baca Juga: Karang Taruna Kutai Barat Bagikan 6.400 Masker Gratis, Warga Diminta Waspada Asap Karhutla

Kolaborasi BSI dan Pemprov Kaltim melalui Program Kaltim Berhaji diharapkan tidak hanya menjadi program layanan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan ibadah haji secara terencana dan berkelanjutan. (*)

Editor : Dwi Restu A
pemprov kalimantan timur baitullah naik haji BSI kerja sama