Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Microsoft Down, Berdampak di 8,5 Juta Perangkat

Hernawati • Senin, 22 Juli 2024 | 05:15 WIB
Microsoft down.
Microsoft down.

KALTIMPOST.ID, PARIS - Gangguan jaringan akibat pembaruan perangkat lunak oleh CrowdStrike memengaruhi hampir 8,5 juta perangkat Microsoft di seluruh dunia.

"Saat ini kami memperkirakan bahwa pembaruan CrowdStrike mempengaruhi 8,5 juta perangkat Windows, atau kurang dari satu persen dari seluruh mesin Windows," kata Microsoft dalam pernyataan, dikutip Reuters, Minggu (21/7).

’’Meskipun persentasenya kecil, dampak ekonomi dan sosial yang luas mencerminkan penggunaan CrowdStrike oleh perusahaan-perusahaan yang menjalankan banyak layanan penting,’’ katanya.

Microsoft mengatakan, persoalan ini dimulai pada pukul 19.00 GMT pada Kamis. Hal itu memengaruhi pengguna Windows yang menjalankan perangkat lunak keamanan siber CrowdStrike Falcon.

Dalam pernyataannya pada Sabtu, CrowdStrike mengatakan mereka telah merilis pembaruan pada Kamis malam yang menyebabkan kerusakan sistem dan pesan error blue screen.

Tak main-main, dampak sistem yang down itu merembet ke berbagai sektor. Sejumlah maskapai penerbangan harus menghentikan penerbangan untuk sementara waktu. Operator 911 juga tidak bisa merespon keadaan darurat, bahkan sejumlah rumah sakit juga harus membatalkan jadwal operasi mereka.

CrowdStrike mengatakan pihaknya telah melakukan perbaikan untuk masalah ini. CEO CrowdStrike George Kurtz menyampaikan permintaan maafnya. ’’Secara pribadi meminta maaf kepada setiap organisasi, setiap kelompok, dan setiap orang yang terkena dampak,’’ jelasnya dalam wawancara di stasiun tv. Perusahaan juga mengatakan perlu waktu beberapa hari agar semuanya kembali normal.

CEO Microsoft Satya Nadella turut angkat bicara. Lewat akun media sosialnya, Nadella menyebut Microsoft sedang bekerja sama dengan perusahaan dan layanan yang terkena dampak untuk memperbaikinya.

’’Kemarin, CrowdStrike merilis pembaruan mulai berdampak pada sistem TI secara global. Kami menyadari masalah ini, dan bekerja sama dengan CrowdStrike dan seluruh industri untuk memberikan panduan teknis dan dukungan kepada pelanggan agar sistem mereka kembali online dengan aman,’’ kata Nadella melalui X.

Dampak gangguan IT global itu membuat Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris tertatih-tatih. Para dokter kesulitan mengakses catatan pasien dan membuat janji temu.

’’Sebagian besar sistem kini kembali online di sebagian besar wilayah, namun masih berjalan sedikit lebih lambat dari biasanya,’’ kata juru bicara NHS seraya memperingatkan gangguan akan berlanjut hingga minggu depan.

’’Skala pemadaman ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak diragukan lagi akan menjadi sejarah,’’ kata Junade Ali dari Institusi Teknik dan Teknologi Inggris, seraya menambahkan bahwa insiden terakhir yang mendekati skala yang sama terjadi pada tahun 2017.

Dampak gangguan ini juga dirasakan oleh perusahaan-perusahaan media. Sky News dari Inggris melaporkan bahwa insiden tersebut menyebabkan mereka harus menghentikan siaran berita pada Jumat pagi. ABC Australia turut mengabarkan bahwa mereka mengalami kesulitan yang signifikan.

Pihak berwenang di Australia, Inggris, dan Jerman telah mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan peningkatan kasus penipuan dan phishing sebagai akibat dari gangguan ini. Mereka memperingatkan masyarakat tentang potensi risiko, seperti individu yang menawarkan bantuan untuk me-reboot komputer dan meminta informasi pribadi atau rincian kartu kredit.

Gangguan global baru-baru ini tidak hanya mempengaruhi perangkat Windows tetapi juga memengaruhi sektor perbankan di Kenya dan Ukraina. Gangguan ini menyebabkan masalah pada layanan digital, mempengaruhi beberapa operator telepon seluler, serta menyebabkan penghentian layanan pelanggan di berbagai perusahaan. (dee)

 

Editor : Hernawati